
Dibalik renyahnya ayam dan segarnya bahan makanan di McDonald's Indonesia, tumbuh kisah manis bersama ribuan petani dan peternak lokal selama lebih dari tiga dekade! - read more
Menikmati menu favorit di McDonald’s Indonesia sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari, mulai dari momen santai bersama teman, kumpul keluarga, hingga mencari kepraktisan di tengah padatnya aktivitas. Namun, tahukah kamu bahwa setiap suapan lezat tersebut menyimpan perjalanan panjang kemitraan dengan para pemasok lokal di berbagai pelosok Nusantara?
Hingga saat ini, sekitar 86% alokasi belanja pemasok McDonald’s Indonesia disalurkan kepada mitra dalam negeri. Dari total bahan baku yang digunakan, sekitar 76% bersumber langsung dari Indonesia, mulai dari sayuran segar, telur, beras, cabai, hingga minyak goreng. Bahkan, seluruh pasokan bahan baku ayam dipasok oleh peternak lokal dan dikirim segar setiap hari ke lebih dari 300 restoran di seluruh Indonesia.

Bukan Sekadar Transaksi, Tapi Naik Kelas Bersama
Bagi McDonald’s Indonesia, hubungan kerja sama yang terjalin selama 35 tahun ini tidak berhenti pada urusan jual-beli semata, melainkan proses tumbuh bersama melalui transfer ilmu, standar kualitas global, hingga pembinaan berkesinambungan.
Ronni Rombe, Supply Chain & Quality Assurance Director PT Rekso Nasional Food, menjelaskan, “Hubungan McDonald’s Indonesia dengan para mitra bukan sekadar membeli, tapi diawali niat kuat agar dapat tumbuh bersama. Membawa semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’, kami secara konsisten membina ratusan mitra melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga study visit sampai ke luar negeri… Sebuah kebanggaan ketika para mitra terus mengembangkan kapabilitas mereka hingga bisa bersaing secara mandiri di pasar.”
Perjalanan Inspiratif dari Petani dan Peternak Lokal
Cerita sukses ini dirasakan langsung oleh Made Gunada, seorang petani asal Bali yang merintis kerja sama sejak tahun 1993. Berawal dari sebidang lahan kecil, pendampingan teknis dan bantuan fasilitas dari McDonald’s Indonesia berhasil mendorong bisnisnya berkembang pesat hingga ke wilayah Jawa dan kini mampu memenuhi pasokan untuk lebih dari separuh jaringan restoran McDonald’s di Indonesia.
“Ketika memulai kerja sama, saya tidak menyangka sebuah perusahaan besar mau membuka pintu bagi seorang petani kecil dengan berbagai keterbatasan… Pertanian kami kini bisa konsisten memenuhi kuota dengan standar kualitas produk yang mampu bersaing hingga pasar global,” ungkap Made.
Dampak serupa dialami mitra peternakan seperti PT Ciomas Adisatwa (bagian dari JAPFA Group) yang telah bermitra selama lebih dari 30 tahun. Standar tinggi yang diterapkan McDonald’s Indonesia, termasuk aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan (Animal Health Welfare), menjadi acuan untuk terus meningkatkan kualitas produksi secara berkelanjutan.

Menggerakkan Rantai Ekonomi dan Menciptakan Lapangan Kerja
Dampak dari setiap hidangan yang disajikan ternyata bergerak melampaui meja makan restoran. Menurut temuan studi independen Oxford Economics (periode April 2024–Maret 2025), aktivitas operasional McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor lokal, mulai dari bidang pertanian, peternakan, distribusi, hingga jasa pendukung.
Secara akademis, pakar strategi manajemen dan pemasaran dari GAFM serta Sekolah Bisnis IPB University, Prof. Mochammad Mukti Ali, menilai kemitraan jangka panjang ini sebagai bentuk pembangunan ekonomi inklusif.
“Ketika pemasok memiliki hubungan jangka panjang dengan perusahaan, mereka tidak hanya mendapatkan akses terhadap permintaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan standar, pengetahuan, serta praktik operasional yang lebih tinggi,” jelas Mukti Ali.
Melalui ekosistem yang terus berkembang ini, hidangan yang dinikmati masyarakat tak sekadar memanjakan lidah, tetapi juga menjadi simpul kebaikan yang memberdayakan masyarakat dan petani Indonesia secara berkelanjutan.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of McDonald’s Indonesia
