Pakaian Favorit, Cerita yang Lebih Panjang

Sebuah sobekan kecil, tambahan bordir, atau patch sederhana bisa menjadi awal dari cerita baru bagi pakaian yang selama ini menemani keseharian - read more

Ada pakaian yang selalu menjadi pilihan pertama saat membuka lemari. Kaus yang nyaman untuk beraktivitas, celana jins yang pas untuk berbagai kesempatan, atau blus putih yang mudah dipadukan dengan apa saja. Seiring waktu, pakaian-pakaian ini bukan hanya menjadi bagian dari gaya sehari-hari, tetapi juga menyimpan cerita dan kenangan.

Namun, ketika kancing terlepas, kain mulai sobek, atau tampilannya terasa membosankan, pakaian tersebut terkadang berakhir tersimpan di sudut lemari. Padahal, tidak semua membutuhkan pengganti baru. Terkadang, sedikit perbaikan atau sentuhan personal sudah cukup untuk membuatnya kembali menarik.

Gagasan inilah yang tercermin dalam pengalaman tiga content creator yang menemukan cara berbeda untuk memberi kesempatan kedua pada pakaian favorit mereka.

Sentuhan Kecil, Karakter Baru

Bagi Kevin Lagona, pemilik akun Instagram @kevinswork yang dikenal lewat modifikasi berbagai benda dan pakaian, sebuah sobekan pada celana jins justru menjadi kesempatan untuk bereksperimen. Alih-alih membiarkan kerusakan itu mengakhiri masa pakai celananya, Kevin menambahkan bordir berbentuk apel merah pada bagian yang sobek.

Detail sederhana tersebut bukan hanya membantu menutupi bagian yang rusak, tetapi juga memberikan karakter baru pada celana jins yang sudah sering dikenakannya. Perbaikan pun menjadi bagian dari proses kreatif, ketika sesuatu yang semula dianggap kekurangan justru membuka kemungkinan untuk menciptakan tampilan berbeda.

Pengalaman serupa dirasakan Nindyan P. Hangganararas. Penasaran dengan layanan perbaikan dan kustomisasi di RE.UNIQLO STUDIO, content creator ini mencoba membuat patch untuk memberikan sentuhan personal pada pakaian favoritnya. Ia kemudian membagikan pengalaman tersebut melalui akun TikTok @nindyanphr, termasuk tutorial membuat patch yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

See also  Instalasi Tematik UNIQLO, Pertemukan Tradisi dan Modernitas

Sementara itu, Nada Arini (@nada_arini), seorang aktivis lingkungan sekaligus content creator yang menyukai blus putih, memilih bordir sebagai cara untuk menghadirkan tampilan baru pada pakaian favoritnya. Beberapa detail bordir membuat blus yang sudah akrab dikenakan terasa lebih personal. Nada juga mendonasikan pakaian yang masih layak pakai melalui kotak pengumpulan RE.UNIQLO, sehingga pakaian tersebut berpeluang memberikan manfaat bagi orang lain.

Ketiga pengalaman ini memperlihatkan bahwa memperpanjang usia pakaian tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Perbaikan kecil, eksplorasi kreativitas, hingga berbagi dengan orang lain dapat menjadi cara berbeda untuk membuat pakaian tetap memiliki tempat dalam keseharian.

Merawat dan Memperbarui Pakaian di RE.UNIQLO STUDIO

Semangat tersebut dihadirkan UNIQLO melalui RE.UNIQLO STUDIO, layanan yang memungkinkan pelanggan memperbaiki atau memperbarui pakaian yang sudah dimiliki. Melalui pilihan repair dan remake, pakaian yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki, sementara detail seperti embroidery dan sashiko memberi kesempatan untuk menghadirkan tampilan yang lebih personal.

Mulai 23 Oktober 2026, UNIQLO juga menghadirkan 14 desain bordir eksklusif karakter Monchhichi. Pelanggan dapat memilih desain favorit untuk memberikan sentuhan baru pada item UNIQLO yang dimiliki, menambahkan detail yang terasa lebih personal sekaligus menyenangkan.

Hubungan dengan pakaian favorit tidak selalu harus berakhir ketika tampilannya mulai berubah atau muncul kerusakan kecil. Dengan sedikit perhatian dan kreativitas, pakaian yang sudah lama menemani bisa kembali digunakan dengan cerita yang berbeda.

Layanan RE.UNIQLO STUDIO tersedia di UNIQLO La Piazza, Grand Indonesia, dan Senayan City.

By: Kazuri Team

Photo: Courtesy of UNIQLO