
Di balik kerja keras pengemudi ojek online di jalanan, ada mimpi besar sang anak yang kini terwujud menjadi sarjana di perguruan tinggi ternama - read more
Bagi setiap orang tua, melihat sang buah hati meraih gelar sarjana di bangku kuliah adalah momen paling membanggakan dalam hidup. Perjuangan dan keringat yang bercucuran di jalanan terasa terbayar lunas saat sang anak melangkah anggun mengenakan toga di atas panggung wisuda.
Kisah haru dan inspiratif ini dirasakan langsung oleh para penerima beasiswa GrabScholar angkatan pertama. Seluruh 11 mahasiswa penerima manfaat jenjang sarjana yang memulai studi sejak 2022 berhasil menuntaskan pendidikan tepat waktu dalam 4 tahun pada 2026, di mana mayoritas merengkuh predikat cum laude dari perguruan tinggi negeri (PTN) papan atas Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mendobrak Keterbatasan demi Mengejar Cita-cita di UI
Salah satu cerita perjuangan datang dari Dyandra Nadine Zahira (Nadine), lulusan Sistem Informasi UI. Nadine sempat gap year selama satu tahun usai gagal dalam seleksi masuk universitas. Ketika akhirnya diterima di UI pada 2022, kendala biaya sempat membuatnya pesimis. Beruntung, sang ayah yang merupakan Mitra Pengemudi Grab melihat informasi pendaftaran GrabScholar di aplikasi pengemudinya dan mendorong Nadine untuk mencoba.
Tak sekadar kuliah, Nadine juga aktif berorganisasi serta berkesempatan mengikuti program magang di Grab Indonesia untuk mengasah keahliannya di bidang IT project management.
“Aku berasal dari keluarga di mana kedua orang tuaku tidak memiliki kesempatan untuk berkuliah. Maka dari itu, aku selalu menekankan pada diri sendiri untuk bisa sukses. Melihat kerja keras ayah dan ibu tentunya memotivasi aku untuk bisa meraih kehidupan yang lebih baik dan membahagiakan mereka,” tutur Nadine penuh haru.
Hal serupa dialami Malik Al Hazazi Vanery, lulusan Teknik Elektro UI. Malik menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya yang terdampak PHK di masa pandemi bangkit kembali dari nol sebagai Mitra Pengemudi Grab. Semangat pantang menyerah sang ayah mendorong Malik untuk berprestasi, termasuk menyabet Juara 2 kompetisi Technoskill UI, hingga berhasil lulus tepat waktu demi segera membantu perekonomian keluarga.

Perjuangan Ayah yang Berbuah Predikat Cum Laude di UGM
Dari Yogyakarta, Lathifah Jihan Ryanputri (Jihan) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bersinar. Sang ayah yang menafkahinya sebagai Mitra Pengemudi Grab sejak 2020 menjadi sumber motivasi utamanya saat menempuh studi di Fakultas Kehutanan UGM.
Meski sempat ragu dan pesimis, dorongan dari sang ayah membulatkan tekad Jihan hingga ia tidak hanya aktif di berbagai organisasi mahasiswa, melainkan juga sukses meraih gelar sarjana dengan predikat cum laude pada Agustus 2026.
“Beasiswa seperti ini dapat membuka jalan bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Kesulitan ekonomi sering membatasi kesempatan seseorang. Ketika ada beasiswa, anak memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan dan berkembang,” jelas Jihan.

Dukungan Berkelanjutan dari Program GrabForGood
Melalui program GrabScholar yang berkolaborasi dengan BenihBaik.com, para penerima beasiswa mendapatkan bantuan menyeluruh yang mencakup biaya pendidikan, uang akomodasi, laptop penunjang studi, hingga pendampingan berkala. Sejak 2022 hingga 2025, program ini telah menyalurkan bantuan senilai Rp25,8 miliar kepada lebih dari 5.700 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Inisiatif yang menjadi bagian dari komitmen GrabForGood ini membuktikan bahwa dengan akses pendidikan yang setara, anak-anak dari keluarga mitra pengemudi dapat mendobrak keterbatasan, meraih cita-cita tingginya, dan siap menjadi penggerak kemajuan bagi Indonesia.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Grab
