UNIQLO Fleece: Cerita di Balik Kenyamanan dan Gaya

Ringan, hangat, dan lembut. Fleece telah berkembang dari material yang identik dengan pakaian outdoor menjadi bagian dari gaya sehari-hari - read more

Melihat potensi yang dimiliki fleece, UNIQLO mengembangkannya melalui inovasi material, fungsi, dan desain, menghadirkan pakaian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan.

Perjalanan Fleece UNIQLO

Perjalanan fleece UNIQLO dimulai pada 1994. Saat itu, fleece lebih dikenal sebagai pakaian untuk aktivitas luar ruang dengan harga yang relatif tinggi. UNIQLO kemudian berupaya menjadikannya lebih mudah dijangkau oleh konsumen yang lebih luas.

Salah satu langkah penting hadir pada 1998 melalui kampanye jaket fleece seharga 1.900 yen. Dua tahun kemudian, UNIQLO memperkenalkan 50 pilihan warna jaket fleece, memberikan lebih banyak variasi bagi konsumen. Langkah ini turut memperluas cara fleece dipandang: bukan lagi sekadar pakaian fungsional untuk kegiatan outdoor, melainkan pilihan busana kasual yang dapat dikenakan sehari-hari.

Seiring waktu, pengembangan fleece terus berlanjut dengan perhatian pada kualitas, kenyamanan, dan detail desain. Pembaruan material, penyempurnaan fungsi, serta eksplorasi tekstur dan potongan membuat fleece semakin fleksibel mengikuti kebutuhan dan preferensi gaya yang beragam.

Dalam koleksi Fall/Winter 2026, pengembangan tersebut terlihat melalui pilihan desain yang semakin luas. Fleece tidak lagi terbatas pada jaket penghangat, tetapi juga hadir dalam bentuk T-shirt, sweater, celana jogger, hingga jaket dengan siluet kontemporer. Sejumlah desain turut menawarkan fitur fungsional, seperti model reversibel dan perlindungan terhadap angin.

Keragaman ini membuka lebih banyak kemungkinan dalam memadukan fleece. Material yang dikenal karena kenyamanannya kini dapat menjadi lapisan pelengkap maupun elemen utama dalam sebuah penampilan.

Inspirasi Everyday Styling bersama Anaz Siantar, Andrew White, dan Nana Mirdad

Bagaimana satu material yang mengutamakan kenyamanan dapat diterjemahkan ke dalam karakter gaya yang berbeda? Jawabannya terletak pada permainan warna, tekstur, potongan, dan teknik layering.

See also  Cara Bikin Outfit Harian Lebih Statement ala UNIQLO

Melalui koleksi UNIQLO Fleece Fall/Winter 2026, Anaz Siantar, Andrew White, dan Nana Mirdad memperlihatkan interpretasi personal terhadap fleece, mulai dari gaya preppy yang klasik hingga padu padan kasual yang lebih ekspresif.

Anaz Siantar: Classy Preppy with Modern Twist

Gaya preppy identik dengan potongan klasik dan permainan lapisan yang rapi. Anaz Siantar menghadirkan interpretasi yang lebih modern melalui perpaduan tekstur dan proporsi yang santai.

Salah satu tampilannya memadukan sweater polo bergaris dengan celana berpotongan lebar, dilengkapi jaket fleece berwarna wine yang disampirkan di bahu. Selain memberikan aksen warna, tekstur fleece memperkaya tampilan tanpa menghilangkan kesan effortless.

Untuk gaya yang lebih elegan, Anaz memilih cardigan fleece berwarna krem di atas kemeja berkerah tegak, dipadukan dengan celana katun bernuansa beige. Palet warna netral dan siluet yang rileks menghasilkan tampilan yang cocok untuk suasana kerja maupun perjalanan bisnis.

Sementara itu, perpaduan T-shirt fleece berkerah V, kemeja Oxford, dan jeans berpotongan barrel menghadirkan nuansa smart preppy dengan sentuhan boyish yang kontemporer.

Andrew White dan Nana Mirdad: Coordinated Casual Style

Tampil serasi bersama pasangan tidak harus berarti mengenakan pakaian yang sama. Andrew White dan Nana Mirdad menunjukkan bagaimana permainan warna dan siluet dapat menghasilkan dua penampilan berbeda yang tetap harmonis.

Andrew memilih gaya kasual yang clean melalui jaket fleece dengan kombinasi warna hijau zaitun, abu-abu, dan beige. Dipadukan dengan T-shirt serta celana berpotongan rileks, tampilannya terasa santai sekaligus rapi untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Nana mengeksplorasi palet warna yang berbeda, mulai dari butter yellow dan cokelat hingga ungu dan biru. T-shirt fleece berkerah V, celana berpotongan barrel, serta kemeja flanel yang diikat di pinggang memberikan dimensi pada penampilannya tanpa mengorbankan kenyamanan.

See also  TOTON “Tempaan Kala” Saat Wastra Menemukan Sisi Feminin yang Baru

Keduanya juga memperlihatkan bagaimana layering dapat menggabungkan fungsi dan gaya. Jaket hoodie fleece reversibel tahan angin menjadi lapisan luar yang praktis, sementara perpaduan dengan sweater, T-shirt, atau celana berpotongan lebih rapi menciptakan kontras tekstur yang menarik.

Kenyamanan yang Mengikuti Gaya Hidup

Melalui koleksi Fall/Winter 2026, UNIQLO memperlihatkan bagaimana fleece terus berkembang mengikuti kebutuhan berpakaian masa kini. Pilihan warna, tekstur, siluet, dan fitur fungsional memberikan keleluasaan bagi setiap individu untuk menyesuaikannya dengan aktivitas maupun karakter personal.

Perjalanan fleece UNIQLO menunjukkan bahwa pakaian yang berangkat dari kebutuhan akan kehangatan dapat memiliki tempat yang lebih luas dalam keseharian. Dengan desain yang terus berkembang, fleece menjadi pilihan yang mempertemukan kenyamanan, kepraktisan, dan gaya dalam satu tampilan.

Koleksi lengkap UNIQLO Fleece Fall/Winter 2026 tersedia di seluruh toko UNIQLO Indonesia dan melalui UNIQLO.com.

By: Kazuri Team

Photo: Courtesy of UNIQLO