
Lewat Her Bloom, Her Glow, dan Her Mark, MONDIAL merayakan perempuan dalam tiga fase: bagaimana ia tumbuh, bersinar, dan meninggalkan jejak - read more
Ada banyak cara untuk merayakan perjalanan. Bagi MONDIAL, memasuki usia ke-47 menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana seorang perempuan tumbuh menjadi dirinya sendiri—menemukan kekuatan, memancarkan cahaya, hingga meninggalkan sesuatu yang bermakna.
Gagasan tersebut hadir melalui MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, yang berlangsung di Amanjiwo, Magelang, pada 5 September 2026. Menjadi bagian dari rangkaian The Anniversary Curated Escape selama tiga hari, perayaan ini memadukan jewelry, fashion, art, music, gastronomy, dan hospitality dalam sebuah pengalaman yang intim.
Alih-alih sekadar merayakan bertambahnya usia, MONDIAL menjadikan momen anniversary ini sebagai penghormatan terhadap perjalanan perempuan. Tema The World She Reigns Upon merefleksikan sosok perempuan yang terus bertumbuh, menemukan kekuatannya, memancarkan cahaya, sekaligus membangun legacy yang melampaui waktu.
Tiga Babak dalam Perjalanan Perempuan
Narasi tersebut kemudian diterjemahkan melalui tiga sub-collection: Her Bloom, Her Glow, dan Her Mark. Ketiganya menjadi sebuah trilogi yang menggambarkan tiga fase berbeda dalam perjalanan seorang perempuan; how she becomes, how she shines, and what she leaves behind.
Her Bloom menjadi babak pertama. Merepresentasikan fase becoming, koleksi ini bercerita tentang proses ketika pengalaman, waktu, dan pilihan perlahan membentuk seorang perempuan menjadi sosok yang ia inginkan.
Motif kelopak bunga yang bercahaya menjadi elemen desain yang merepresentasikan femininitas sekaligus proses pertumbuhan. Her Bloom merayakan keberanian untuk menjadi diri sendiri secara utuh, dengan keyakinan, autentisitas, dan keberanian.
Dari proses menjadi, perjalanan kemudian memasuki Her Glow. Jika Her Bloom berbicara tentang pertumbuhan, Her Glow merayakan cahaya yang telah ditemukan dari dalam diri.
Melalui motif concentric halos, koleksi ini menggambarkan kepercayaan diri yang tenang. Bukan tentang kebutuhan untuk terus membuktikan diri, melainkan tentang mengenali kualitas dalam diri sendiri dan membiarkan cahaya tersebut menginspirasi lingkungan di sekitarnya.
Babak terakhir adalah Her Mark, yang berbicara tentang sesuatu yang tersisa setelah perjalanan dilalui.
Keberanian, karakter, nilai, keanggunan, dan tujuan hidup menjadi bagian dari legacy yang dirayakan dalam koleksi ini. Desainnya menampilkan garis pendar cahaya yang dinamis serta siluet melengkung yang anggun, seolah menggambarkan jejak yang terus bergerak melampaui satu momen.

Perhiasan, Fashion, dan Perayaan yang Intim
Pada malam gala di Amanjiwo, ketiga babak tersebut tidak hanya hadir melalui perhiasan. MONDIAL menerjemahkannya melalui sebuah jewelry and fashion show hasil kolaborasi bersama desainer Wilsen Willim, membawa para tamu menyelami cerita di balik masing-masing sub-collection.
Sebanyak 54 hingga 70 karya perhiasan mewah menjadi bagian dari MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon. Setiap karya dikembangkan dengan perhatian pada desain dan craftsmanship, menggunakan berlian serta precious stones berkualitas untuk merepresentasikan karakter dari masing-masing koleksi.
Bagi Leslie Christian Saputra, General Manager MONDIAL, perayaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada perempuan yang menjalani perjalanannya dengan ketangguhan, keanggunan, dan rasa percaya diri.
“Melalui tema The World She Reigns Upon, kami ingin memberikan apresiasi penuh dan penghormatan setinggi-tingginya kepada setiap perempuan yang memimpin perjalanannya dengan ketangguhan, keanggunan, dan rasa percaya diri,” ujar Leslie Christian Saputra.
The World She Reigns Upon tidak semata-mata berbicara tentang dunia yang dimiliki seorang perempuan. Lebih dari itu, ia berbicara tentang bagaimana seorang perempuan memilih untuk hadir di dalam dunianya.
Sebuah perjalanan yang dimulai dari keberanian untuk menjadi diri sendiri, berlanjut pada kemampuan untuk menemukan cahaya dari dalam, dan akhirnya meninggalkan jejak yang memiliki arti.
Dan mungkin, di situlah perhiasan menemukan maknanya yang paling personal: bukan hanya sebagai sesuatu yang dikenakan, tetapi sebagai penanda dari sebuah perjalanan yang pernah dilalui.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of MONDIAL
