
Memadukan harmoni tradisi dan modernitas, membawa angin segar bagi para pencinta wellness dan budaya - read more
Gaya hidup urban yang dinamis sering menuntut kita untuk bergerak cepat. Tanpa sadar kita pun kehilangan keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Menjawab kebutuhan akan ruang jeda yang holistik, Suaraga Fest 2026 resmi dibuka. Memadukan harmoni tradisi dan modernitas, festival ini hadir membawa angin segar bagi para pencinta wellness dan budaya Indonesia.
Diselenggarakan di lanskap hijau Taman Balekambang, Solo, festival ini bukan sekadar perayaan visual, melainkan sebuah perjalanan inderawi yang dalam. Melalui semangat “Suara dan Raga”, gelaran ini sekaligus menandai langkah transformatif Kota Solo dalam memantapkan posisinya sebagai The Wellness City of Java.
Solo: Episentrum Baru Keseimbangan Hidup Modern
Solo tidak pernah kehilangan magisnya. Kota yang sarat akan warisan leluhur ini membuktikan, budaya masa lalu dapat berjalan beriringan dengan gaya hidup generasi masa kini.
“Solo memiliki akar budaya yang kuat dalam praktik wellness. Melalui upaya rebranding Solo bersama dengan Suaraga Fest, kami berkomitmen mendukung komunitas di industri kreatif serta pelaku wellness agar terus berkembang,” ungkap Respati Achmad Ardianto, Walikota Solo.
Festival ini berhasil mengemas filosofi Jawa menjadi lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat urban. Ruang publik kota bertransformasi menjadi oase yang hangat—sebuah tempat di mana pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga untuk kembali terkoneksi dengan diri sendiri dan komunitas sekitar.

Simfoni Raga dan Nada di Hari Pertama
Hari pertama Suaraga Fest dibuka sejak pagi hari dengan Wellness Session yang menenangkan, fokus pada kesehatan fisik dan ketenangan emosi. Tak berhenti di situ, atmosfer festival berganti menjadi lebih hidup menjelang sore berkat kurasi Music Session yang memikat.
Sederet musisi lokal hingga nasional bergantian menyemarakkan panggung, di antaranya:
- The Flyover
- Nadhif Basalamah
- Man Osman & Traffic Jam
- Silampukau
- Sore Ze Band
- Barasuara
Kehadiran alunan megah dari Penampilan Gamelan dan Wayang Orang Solo semakin mempertegas identitas budaya yang kental, menciptakan perpaduan estetika tradisional dan modern yang memukau.

Introspeksi Diri yang Lebih Intens di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, Suaraga Fest menjanjikan pengalaman spiritual dan budaya yang jauh lebih intensif. Berfokus pada introspeksi diri dan pendalaman tradisi Jawa, hari penutup ini akan ditandai dengan momen bersejarah melalui closing ceremony festival.
Panggung musik hari kedua akan dimeriahkan oleh penampilan eksklusif dari:
- Konser Setapak Sriwedari bersama Maliq & D’Essentials
- Fanny Soegi
- ALI
- FSTVLST
- Orkes Latar Jembar
- UCUPOP
Panduan Tiket dan Pengalaman Eksklusif Suaraga Fest
Ingin merasakan langsung kemewahan relaksasi dan budaya di Suaraga Fest? Tiket masih tersedia melalui platform Loket.com dengan beberapa kategori yang dikurasi sesuai kebutuhan.
Music Pass Daily : Rp150.000 – Akses penuh untuk menikmati rangkaian konser musik dari deretan musisi kenamaan
Festival Pass Daily : Rp250.000 – Kombinasi sempurna antara konser musik dan satu sesi wellness pilihan (Yoga, Mat Pilates, atau SKJ) bersama praktisi ahli seperti Anjasmara, Sazou Gautama, serta Rindu & Carissa
Premium Raga Pass Daily: Rp1.000.000 – Pengalaman premium wellness eksklusif bersama Atsiri Jawa. Mencakup sesi Beksan Laku Jawi & Laras Wening serta Racik Candra Raksi yang menggabungkan meditasi, olah gerak, dan eksplorasi aroma yang holistik
*Harga belum termasuk pajak.
Budaya bukanlah sekadar warisan masa lalu untuk dikagumi; ia adalah fondasi utama dari keseimbangan hidup dan masa depan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pergerakan gaya hidup baru ini.
Untuk pembaruan informasi terkini, kunjungi akun media sosial resmi di @Suaragafest.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Suaraga Fest
