
Kadang, yang kita butuhkan bukan baju baru. Hanya sedikit keberanian untuk memakainya dengan cara berbeda - read more
Ada masa ketika isi lemari sebenarnya sudah cukup lengkap, tetapi kita tetap merasa tidak punya apa-apa untuk dipakai. Sounds familiar?
Mungkin masalahnya bukan pada isi lemari, melainkan pada cara kita melihatnya.
Lewat koleksi Fall/Winter 2026 bertema Modern City Feelings, UNIQLO mengajak kita melihat kembali pakaian sehari-hari dengan perspektif yang lebih segar. Outerwear, knitwear, flannel shirt, hingga jeans bersiluet barrel hadir dengan satu pesan sederhana: satu item bisa punya lebih dari satu cerita.
Dan dari styling sejumlah nama seperti Ayla Dimitri, Tyna Dwi Jayanti, Leticia Joseph, hingga Kallula dan Tities Saputra, kelihatan bahwa permainan sebenarnya justru dimulai setelah pakaian keluar dari hanger.

Sedikit Warna, Banyak Karakter
Buat yang merasa warna netral terlalu aman, musim ini ada cara mudah untuk membuatnya sedikit lebih genit: tambahkan satu warna yang kontras.
Ranting, misalnya, memadukan kemeja flannel beige dengan kulot abu-abu, lalu memberikan kejutan lewat atasan merah dan kaus kaki senada. Sementara Tities Saputra bermain dengan jaket Harrington dan celana barrel bernuansa netral, kemudian membiarkan kemeja flannel kuning-biru menjadi pusat perhatian.
Bahkan penggemar black-on-black tidak harus meninggalkan warna kesayangannya. Prilia Nurafrida cukup menambahkan aksen merah melalui cardigan yang disampirkan di bahu. Sedikit, tetapi langsung mengubah suasana.
Cokelat Tidak Pernah Sesederhana Itu
Kalau ada satu warna yang terasa sangat cocok untuk Fall/Winter, jawabannya mungkin cokelat.
Tetapi jangan buru-buru membayangkan tampilan yang monoton. Melalui pendekatan tonal dressing, berbagai gradasi cokelat justru bisa menciptakan dimensi yang lebih kaya dan sophisticated. Kallula menerjemahkannya dengan perpaduan cardigan fleece, cardigan polo merino dan celana barrel korduroy, sementara Priscilla Jamail memilih permainan warna gelap dengan tekstur fleece untuk kesan yang lebih understated.
Intinya: satu warna bukan berarti satu nada.

Comfort Wear, Tapi Jangan Sampai Terlihat Mau Rebahan
Ini mungkin bagian yang paling menggoda.
Loungewear kini tidak harus berhenti di sofa. Dengan layering dan styling yang tepat, pakaian nyaman justru bisa dibawa keluar rumah tanpa kehilangan kesan polished.
Tyna Dwi Jayanti menunjukkan salah satu caranya dengan memadukan celana rajut washable lembut bersama cardigan Milano rib dan sweater merino. Siluetnya tetap rileks, tetapi struktur cardigan membuat keseluruhan look terasa lebih sophisticated.
Comfort, but make it chic.

Ketika Outdoor Masuk Kota
Outerwear juga mendapat kesempatan untuk bermain lebih jauh dari fungsi awalnya.
Leticia Joseph tampil sporty dan fresh dalam jaket parka utilitas yang dipadukan dengan T-shirt putih dan rok model celana lipit. Sementara Ayla Dimitri membawa jaket pendek padded utilitas ke arah yang lebih refined melalui perpaduan cardigan dan celana korduroi cokelat.
Keduanya menunjukkan bahwa pakaian fungsional tidak harus terlihat “siap mendaki gunung”. Dengan styling yang tepat, ia bisa menjadi bagian dari gaya kota yang punya karakter.
Pada akhirnya, mungkin memang di situlah daya tarik koleksi UNIQLO Fall/Winter 2026: the newness is in the styling. Bukan selalu tentang menemukan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi menemukan kemungkinan baru dari apa yang sudah kita punya.
Karena terkadang, fashion mood baru hanya berjarak satu padu padan dari pakaian lama kita.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of UNIQLO
