
Setiap warna memiliki makna. Tapi bagi Billy Tjong, warna fuchsia memiliki arti mendalam yang merangkum perjalanan hidupnya di dunia fashion. - read more
Sulit membayangkan bahwa perjalanan seorang desainer bisa berawal dari sebuah kemasan kosmetik. Namun, bagi Billy Tjong, justru dari sanalah semuanya dimulai.
Saat berusia sekitar sepuluh tahun, Billy kecil kerap membantu menjaga toko kosmetik milik keluarganya. Di antara deretan produk yang memenuhi etalase, ada satu hal yang terus menarik perhatiannya—bukan mereknya, bukan pula produknya, melainkan sebuah kemasan berwarna fuchsia yang tampil begitu berani dan berbeda.
Kala itu ia belum mengenal dunia mode. Namun tanpa disadari, warna tersebut menetap dalam ingatannya selama bertahun-tahun, hingga akhirnya menjadi benang merah yang menghubungkan perjalanan hidup sekaligus perjalanan kreatifnya.

A Journey of Growth
Dua puluh lima tahun kemudian, kenangan sederhana itu menjelma menjadi FUCHSIA – A Journey of Growth, koleksi terbaru Billy Tjong yang diperkenalkan di JF3 Fashion Festival 2026. Lebih dari sekadar sebuah presentasi busana, koleksi ini menjadi refleksi perjalanan seorang desainer yang terus bertumbuh melalui setiap fase kehidupan.
“Kadang inspirasi terbesar datang dari hal yang paling sederhana. Kita tidak pernah tahu kenangan mana yang akan menemani kita seumur hidup,” ujar Billy Tjong.
Perjalanan itu tidak selalu berjalan lurus. Setelah lebih dari dua dekade berkarya di industri fashion Indonesia, Billy juga melewati masa ketika pandemi mengubah ritme industri. Di tengah situasi tersebut, ia memilih membuka lembaran baru dengan mendirikan Billy Tjong Fashion Lab.

Bagi Billy, mengajar bukan berarti berhenti berkarya. Justru sebaliknya, ruang kelas menjadi tempat lahirnya generasi baru desainer yang kelak akan melanjutkan estafet industri kreatif Indonesia. Semangat itu terasa nyata dalam koleksi FUCHSIA – A Journey of Growth, ketika 12 dari 28 tampilan di runway merupakan hasil karya para siswa Billy Tjong Fashion Lab. Bahkan, salah satu rancangan lahir dari sayembara desain melalui Threads dan kemudian dikembangkan bersama menjadi bagian dari koleksi tersebut.
Semangat untuk terus bertumbuh juga tercermin dalam setiap rancangan. Billy mengeksplorasi warna fuchsia melalui sentuhan rona merah yang memberikan karakter hangat sekaligus berani. Siluet fit-and-flare berpadu dengan rancangan berciri khas corset, sementara material seperti jacquard, organza, lace, hingga aplikasi bunga tiga dimensi dan beading embroidery menghadirkan tekstur yang kaya tanpa menghilangkan identitas desain yang selama ini melekat pada namanya.
Kebaya Rajut untuk Sang Pendidik
Namun, momen yang paling menyentuh justru hadir pada penutup peragaan.
Billy mempersembahkan sebuah kebaya rajut untuk sang ibu, yang kini hampir berusia satu abad. Sosok yang hadir menyaksikan peragaan itu bukan hanya seorang ibu, tetapi juga perempuan pertama yang memperkenalkan Billy pada makna ketekunan, kesabaran, dedikasi terhadap sebuah karya, serta pentingnya berbagi ilmu.

Di masa mudanya, sang ibu adalah seorang penjahit kebaya sekaligus pendidik. Dari beliaulah Billy belajar bahwa sebuah karya tidak hanya lahir dari keterampilan, tetapi juga dari kasih sayang dan ketulusan untuk meneruskan pengetahuan kepada orang lain. Tak heran jika kebaya tersebut tampil sederhana, tanpa kemegahan yang berlebihan. Sebab bagi Billy, karya itu bukan sekadar busana penutup sebuah runway, melainkan penghormatan kepada akar yang membentuk dirinya.
Pada akhirnya, FUCHSIA – A Journey of Growth bukan hanya tentang warna, siluet, atau sebuah koleksi baru. Ia adalah kisah tentang seorang anak yang menyimpan kenangan pada sebuah warna, tumbuh menjadi desainer, memilih berbagi ilmu sebagai pendidik, lalu kembali kepada keluarga sebagai sumber inspirasi yang tak pernah benar-benar pergi.
Mungkin memang benar, setiap warna memiliki maknanya sendiri. Dan bagi Billy Tjong, fuchsia akan selalu menjadi warna yang mengingatkannya pada perjalanan panjang untuk terus bertumbuh.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Tim Muara Bagdja
