
Pentingnya proses mielinisasi dan gizi seimbang untuk optimalkan perkembangan otak anak di golden period - read more
Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa keemasan (golden period) bagi tumbuh kembang anak. Pada fase kritis ini, jumlah koneksi di setiap sel saraf otak anak melonjak secara drastis dari sekitar 2.500 menjadi 15.000. Sebuah lonjakan luar biasa yang tidak akan terulang lagi pada tahap kehidupan berikutnya.
Agar proses belajar anak berlangsung optimal dan siap menghadapi masa depan (future-ready), orang tua perlu memahami pentingnya dukungan gizi seimbang yang memicu koneksi otak serta stimulasi lingkungan yang positif.
Mielinisasi: Kunci Efisiensi Penghantaran Sinyal Otak
Dalam proses perkembangan otak, terbentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi kemampuan berpikir, memecahkan masalah, hingga berkreasi. Salah satu proses biologis terpenting dalam mendukung efisiensi koneksi tersebut adalah mielinisasi.
Mielinisasi merupakan proses pembentukan lapisan mielin (selubung pelindung saraf) yang berfungsi membantu penghantaran sinyal dan informasi antarsel otak berlangsung lebih cepat dan efisien.
“Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf,” jelas dr. Yoga Yandika, Sp.A, Dokter Spesialis Anak sekaligus Founder Yo Clinic. “Proses mielinisasi perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, Kolin, dan Zat Besi sebagai bagian dari pola makan seimbang, yang diimbangi dengan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam (multi-learning), serta lingkungan yang positif.”

Peran Nutrisi Advanced Formulation dan Stimulasi Multi-Learning
Proses belajar anak tidak hanya bergantung pada satu jenis aktivitas. Dukungan pengalaman belajar yang beragam (multi-learning) membantu anak menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru.
Guna mendukung proses pembentukan mielin tersebut, pemenuhan asupan gizi yang mengandung nutrisi esensial—seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, DHA, AA, hingga Zat Besi—menjadi fondasi penting yang melengkapi pola makan harian anak.
Berkaitan dengan hal tersebut, Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, menyebut pentingnya dukungan orang tua. “Penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan (future-ready),” tutur Vera.
Bukti Nyata Dukungan Gizi dan Lingkungan bagi Potensi Anak
Pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan kesempatan eksplorasi dirasakan langsung oleh orang tua dari anak berprestasi dunia, Ashton Alexander Fung. Ashton, yang meraih puluhan medali emas Olimpiade Matematika Internasional, kini tengah mengembangkan proyek AI Agent for Education.
“Kami senantiasa berusaha memberikan yang terbaik, mulai dari asupan gizi dengan mengutamakan home-cooking, waktu istirahat yang cukup, dan memberikannya kesempatan untuk berbaur dengan lingkungan yang baru agar ia dapat mengasah kemampuan komunikasi,” ungkap Budi Fung dan Marlene, orang tua Ashton. “Kami yakin setiap anak memiliki potensi multi-learning yang unik untuk mendampingi perjalanannya menuju future-ready.”

Edukasi Perkembangan Otak Melalui Teknologi Imersif
Merayakan World Brain Day, Wyeth Nutrition menghadirkan acara edukatif imersif S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain di Senayan City, Jakarta. Lewat teknologi EEG (electroencephalogram) bernama S-26 Exceptional Brain Visualizer, orang tua dapat melihat langsung visualisasi lima fungsi otak anak secara real-time—mulai dari fokus, pemecahan masalah, kreativitas, hingga memori.
Melalui kombinasi nutrisi yang tepat, stimulasi multi-learning, dan pendampingan orang tua, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengoptimalkan koneksi otaknya dan tumbuh menjadi pribadi yang hebat di masa depan.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of S-26
