Investasi yang memberi imbal hasil kompetitif, dan berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi - read more
Pertumbuhan UMKM yang semakin pesat, telah menjadikannya sebagai penggerak utama roda ekonomi, dimana 65% diantaranya perempuan. Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,5 persen pada 2025.[1] Dan, capaian ini turut didukung oleh layanan keuangan digital dari fintech yang mampu menjangkau sektor UMKM akar rumput.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Amartha meluncurkan Amartha Prosper. Solusi investasi berbasis dampak (impact investment) yang menghubungkan modal publik dengan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Investor dapat memperoleh imbal hasil yang kompetitif sekaligus berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi komunitas, terutama perempuan pengusaha ultra mikro.
Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha, mengatakan, “Peluncuran Amartha Prosper merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas akses investasi berbasis dampak yang terukur dan bertanggung jawab. Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia.”
Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS), memungkinkan investor menyalurkan dana ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran geografis dan sektor usaha yang masif dan beragam.
Produk ini menawarkan potensi imbal hasil hingga 14 persen, terbagi dalam empat profil. Balanced-Flex, dengan potensi imbal hasil bulanan yang fleksibel; Balanced, relatif resilien terhadap kondisi ekonomi; Progressive memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi; Dynamic, potensi imbal hasil tertinggi dengan risiko lebih besar.
Selama 16 tahun, Amartha sebagai perusahaan fintech telah melayani segmen UMKM akar rumput. Menyalurkan lebih dari Rp37 triliun permodalan kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia.

Tren Investasi Berdampak Kian Relevan
Tren investasi berbasis tujuan semakin relevan dengan kebutuhan investor saat ini, khususnya dalam membangun portofolio jangka menengah. Berdasarkan laporan Global Impact Investing Network (GIIN) pada 2025, 31 persen investor berencana meningkatkan investasi berdampak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam lima tahun ke depan.[2]
Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner, mengungkapkan, “Saat ini momentum investasi berbasis dampak dan ESG semakin relevan. Selain imbal hasil, investor semakin mempertimbangkan transparansi, manajemen risiko yang baik, serta dampak nyata yang terukur.”
Menurutnya, produk investasi seperti Amartha Prosper berpotensi menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio pendapatan tetap yang seimbang antara return dan purpose.
Dampak investasi juga dirasakan langsung oleh para mitra UMKM, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro di desa. Salah satunya Ibu Kamila, pemilik usaha nasi kuning dan soto banjar asal Kalimantan Selatan.
“Dulu saya sering menolak pesanan karena modal bahan baku terbatas. Setelah menerima pendanaan dari Amartha Prosper, stok bahan jadi lebih siap, produksi lancar, dan pesanan yang masuk bisa terpenuhi. Dari usaha ini juga, saya bisa menambah pendapatan keluarga dan membantu suami.” ujar Ibu Kamila, Mitra UMKM Amartha sejak 2023.
Amartha juga menghadirkan program “Cerita Rasa by Amartha Prosper”. Sebuah kompetisi memasak yang melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra Amartha di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusra, dan Jawa. Program ini membuktikan, pendanaan yang tepat dan berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan usaha, menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga dan sistem pangan daerah.
“Ke depan, kami ingin Amartha Prosper menjadi jembatan yang mempertemukan investor dengan pertumbuhan ekonomi komunitas secara berkelanjutan. Dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada UMKM perdesaan, kami optimis Prosper dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional dan daerah,” tutup Julie.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Amartha
[1] OJK: Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025
[2] Global Impact Investing Network (GIIN) 2025, hlm.20




