
Menjadikan Kesehatan Finansial sebagai Gaya Hidup Ekonomi Baru - read more
Gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) kini tidak lagi sebatas memilih produk eco-friendly atau mengadopsi pola makan organik. Di era modern, konsep ini telah bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih mendalam: bagaimana kita membangun keseimbangan dan ketahanan dalam ekosistem ekonomi.
Menjawab tantangan global tersebut, Amartha siap menghadirkan The 2026 Asia Grassroots Forum. Sebuah ruang kolaborasi lintas sektor yang elegan untuk memperkuat masa depan finansial masyarakat akar rumput di Indonesia dan Asia.
Mengusung tema inovatif “Enabling Growth, Elevating Financial Health”, forum ini menggarisbawahi bahwa kesehatan finansial (financial health) adalah fondasi mutlak bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berjangka panjang.
Menggeser Paradigma Keuangan Digital
Selama ini, literasi keuangan sering kali hanya berfokus pada kemudahan akses modal atau transaksi digital. Forum ini ingin membawa perspektif yang lebih matang dan elegan. Bahwa, akses digital seharusnya menjadi instrumen untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik, bukan sekadar gaya hidup konsumtif.
Layanan keuangan digital idealnya tidak hanya membuka keran pembiayaan, tetapi juga mendampingi masyarakat—termasuk perempuan pelaku UMKM—dalam mengelola arus kas (cash flow), menjaga keberlangsungan usaha, hingga membangun benteng pertahanan dari berbagai risiko ekonomi.
Aria Widyanto, Chief Compliance and Sustainability Officer Amartha,mengatakan, “Keberhasilan inklusi keuangan tidak lagi hanya diukur dari jumlah masyarakat yang mengakses produk keuangan, tetapi dari kemampuan mereka bertahan dan mencapai tujuan kesejahteraan di tengah dinamika ekonomi. Membangun kesehatan finansial membutuhkan partisipasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.”

UMKM Menghadapi Tantangan Struktural
Pentingnya kesehatan finansial terlihat jelas dari data kontribusi UMKM. Secara global, UMKM mewakili lebih dari 90 persen entitas bisnis dan menyumbang sekitar 70 persen lapangan kerja. Memasuki tahun 2026, berkaca pada data setahun lalu, lebih dari 65,5 juta UMKM telah menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional serta menyerap hingga 97 persen dari total angkatan kerja.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan, para pelaku ekonomi akar rumput ini masih dijegal oleh tantangan struktural yang pelik. Tekanan biaya hidup, pendapatan yang fluktuatif, serta keterbatasan kemampuan mengelola keuangan rumah tangga versus keuangan usaha sering menjadi batu sandungan.
Fintech dan P2P Lending sebagai Jembatan Solusi yang Akuntabel
Berdasarkan data dari CELIOS (Center of Economic and Law Studies), hambatan terbesar terletak pada sektor permodalan. Banyak UMKM kesulitan berkembang karena akses modal yang masih terbatas dan skema yang kurang ramah bagi pelaku usaha mikro.
Menghadapi jalan buntu permodalan konvensional, teknologi finansial (fintech)—khususnya Peer-to-Peer (P2P) lending—hadir sebagai solusi. Kehadiran fintech mampu memotong birokrasi yang rumit, memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM, untuk mendapatkan hak keuangan yang setara.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, mengungkapkan bahwa bagi banyak UMKM, akses terhadap permodalan masih menjadi tantangan utama. “Fintech, termasuk P2P lending, dapat menjembatani kebutuhan ini dengan cara yang lebih cepat dan tepat. Namun, pembiayaan digital perlu diarahkan untuk kegiatan produktif dan didukung tata kelola yang baik agar dapat membantu UMKM memperluas pasar serta menjaga keberlanjutan usahanya.”
Meski demikian, forum ini juga mengingatkan bahwa inovasi digital harus dibarengi dengan tanggung jawab yang besar. Pembiayaan digital tidak boleh dilepaskan begitu saja tanpa arah. Agar dampaknya optimal, aliran dana tersebut wajib diarahkan untuk kegiatan yang produktif dan esensial bagi pengembangan usaha.
Selain itu, dukungan tata kelola yang baik (good governance) dari para penyedia layanan fintech menjadi harga mati agar ekosistem ini tetap sehat dan terpercaya. Melalui sinergi yang dirajut dalam Asia Grassroots Forum 2026, diharapkan kesehatan finansial bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah gaya hidup ekonomi baru yang kokoh, berkelas, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Amartha
