
Hari Ibu bukan tentang bunga, tapi tentang memastikan ibu memiliki akses layanan kesehatan yang tepat. - read more
Diperingati setiap 22 Desember, Hari Ibu mengingatkan kita bahwa di balik keluarga yang hangat, ada sosok ibu yang sehat. Dan, dalam momentum Hari Ibu ini, para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan ibu sejak dini bukan sekadar bentuk cinta, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan seluruh keluarga.
Menurut Fransiska Xaveria Aryani, M.Psi., Psikolog di Primaya Hospital Kelapa Gading, kondisi kesehatan ibu berdampak besar pada stabilitas psikologis keluarga. “Ibu sering kali menempatkan kebutuhan keluarga di atas dirinya sendiri. Perlu menjadi perhatian jika ibu mengalami kelelahan fisik dan tekanan emosional namun tidak tertangani, dapat berdampak pada kesehatan mental ibu, yang kemudian mempengaruhi dinamika keluarga secara keseluruhan,” jelasnya.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, penyakit seperti kanker payudara, kanker serviks, diabetes, serta gangguan metabolik masih menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup perempuan Indonesia.
Fransiska menegaskan, skrining kesehatan rutin—termasuk kesehatan mental—menjadi langkah penting agar ibu tetap mampu menjalankan perannya secara optimal.
Sementara, pada fase kehamilan, kesehatan ibu tidak hanya menentukan keselamatan dirinya, tetapi juga tumbuh kembang janin.
dr. Risma Maharani, Sp. OG, MKes, Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Primaya Hospital Bekasi Timur, mengatakan, “Pemeriksaan kehamilan tidak hanya USG rutin, pemeriksaan fetomaternal juga dibutuhkan untuk membantu mendeteksi risiko sejak dini, baik pada ibu maupun janin, sehingga potensi komplikasi dapat dicegah lebih awal.”

Waspada Penyakit Kritis
Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan), jenis kanker dengan angka kematian tertinggi adalah kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati. Kanker yang paling sering terjadi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker serviks. WHO mencatat kanker serviks sebagai salah satu kanker terbanyak kedua pada perempuan. Hal ini seharusnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining rutin.
“Deteksi dini dan vaksinasi adalah dua kunci utama menurunkan risiko kanker serviks. Sayangnya, masih banyak perempuan datang berobat saat sudah bergejala berat,” tambah dr. Risma.

Tips Ibu Tetap Sehat dan Berenergi
Beberapa langkah sederhana ini bisa mulai dilakukan:
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini, bahkan sebelum keluhan muncul.
- Konsumsi makanan bergizi dan cukup cairan agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
- Tetap aktif setiap hari, cukup dengan jalan kaki atau olahraga ringan 15–20 menit di rumah.
- Tidur yang cukup dan berkualitas untuk membantu tubuh pulih dan menjaga suasana hati.
- Jaga kesehatan mental, luangkan waktu untuk diri sendiri dan kelola stres dengan baik.
- Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan agar ibu tetap sehat dan nyaman beraktivitas.
Primaya Hospital menghadirkan rangkaian Paket Pemeriksaan Hari Ibu yang dirancang menyeluruh mulai dari skrining kesehatan dasar, kesehatan reproduksi, pemeriksaan ibu hamil, hingga perlindungan vaksin yang dapat diakses melalui website Primaya Hospital.
Merayakan Hari Ibu bukan hanya tentang bunga dan ucapan terima kasih, tetapi juga tentang memastikan ibu memiliki akses pada layanan kesehatan yang tepat. Karena ketika ibu sehat secara fisik, mental, dan emosional keluarga pun memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh bersama.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Primaya Hospital
