Amartha.org Dukung Pendidikan Inklusif melalui Program Beasiswa

Amartha beasiswa
Share to:
Beasiswa Amartha, intervensi untuk ciptakan generasi pemimpin yang membawa perubahan - read more

Masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan di berbagai sektor strategis menjadi perhatian beberapa pihak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA RI) mengungkapkan, perempuan yang bekerja di sektor teknologi baru 27% dan akademisi perempuan di institusi teknologi sekitar 35,7%.[1] Sementara, BPS mencatat, kepemilikan ijazah SMA perempuan di perkotaan sebesar 33,93 dan di pedesaan 19,55.[2]

Disparitas ini menegaskan pentingnya intervensi pendidikan yang inklusif dan merata, serta memperkuat urgensi intervensi pendidikan dan peningkatan kesempatan.

Berkaitan dengan itu, Amartha.org, melalui ajang Impact Festival yang digelar sejak 2022, menyalurkan beasiswa sebesar Rp5 miliar kepada 817 pelajar dari 40.000 pendaftar. Program ini merupakan bagian dari komitmen penyaluran beasiswa sebesar Rp10 miliar selama 5 tahun.

Chairman Amartha.org, Aria Widyanto, meyakini bahwa pendidikan adalah kunci fundamental untuk memutus rantai kemiskinan. Namun, ketimpangan akses pendidikan membatasi generasi penerus yang punya visi membangun desa. “Oleh karena itu, Beasiswa Amartha hadir sebagai bentuk intervensi yang menciptakan generasi pemimpin lokal, agen provokatif, yang membawa dampak perubahan bagi komunitas asalnya di daerah,”ujarnya.

Program Beasiswa Amartha dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berani menggugah, mengkritisi, dan menawarkan solusi atas persoalan nyata di lingkungannya. Fokus program ini, menumbuhkan karakter pemimpin muda yang proaktif serta mampu menggerakkan komunitas melalui aksi-aksi berbasis empati, sains, dan teknologi.

⁠Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan KemenPPPA RI, Indra Gunawan, S.K.M., M.A., menyatakan apa yang dilakukan Amartha sejalan dengan berbagai upaya kementerian dalam upaya pemberdayaan dan keberpihakan terhadap perempuan. “Melalui Amartha.org, Amartha juga menghadirkan banyak inisiatif, termasuk dalam bidang pendidikan dan lingkungan, yang juga sejalan dengan upaya yang kami lakukan untuk pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah di Indonesia.”

Seremoni penyerahan beasiswa Amartha dalam acara Ruang Lestari, Amartha Impact Festival 2025, Sabtu (22/11/2025).
Intervensi Amartha.org untuk Keberlanjutan Pendidikan

Amartha.org menjadi wadah Amartha Financial Group melakukan intervensi di bidang pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan. Melalui kolaborasi bersama mitra strategis, Amartha.org mendorong terciptanya solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat akar rumput. Kolaborasi ini diwujudkan melalui dialog partisipatif pada kegiatan Ruang Lestari, sebagai bagian dari rangkaian Impact Festival 2025.

See also  Beasiswa Glow & Lovely Dukung 100 Perempuan Muda Wujudkan Mimpi

Amartha.org menghadirkan tiga program beasiswa: Amartha Cendekia untuk pelajar tingkat SMA dan SMK, Amartha STEAM Fellowship untuk mahasiswi perguruan tinggi di jurusan STEAM (Science, Technology, Economic, Art & Mathematics), serta Amartha Frontier Fellowship untuk mahasiswi di wilayah terpencil.

Masing-masing beasiswa memberikan bantuan dana pendidikan mulai dari Rp3 juta – Rp22 juta. Serta beragam program pembekalan soft skills, seperti memahami kekuatan dan minat mereka, nilai-nilai pribadi, gaya kepemimpinan, serta kemampuan berbahasa Inggris.

Monica Maharani, mahasiswi Universitas Indonesia asal Karawang, salah satu penerima Beasiswa Amartha, menginisiasi proyek Safe Home. Platform yang menyediakan ruang aman, inklusif, dan akses bagi penyintas Kekerasan Berbasis Gender untuk mendapatkan dukungan psikososial, edukasi, dan pendampingan terpadu.

“Beasiswa Amartha telah menggugah saya untuk berani berperan aktif dalam melayani masyarakat. Dengan Safe Home, saya ingin memberikan ruang aman tanpa stigma. Saya bersyukur ide ini didukung penuh oleh Amartha.org dan berharap dapat direplikasi dan diekspansi ke berbagai komunitas lain,” ungkap Monica.

Kelompok mahasiswi asal Universitas Gadjah Mada, penerima Beasiswa Amartha STEAM, menciptakan proyek MATRIKS (Matematika Riang, Kuasai Soal) untuk meningkatkan minat siswa belajar matematika. “Kami merasakan betul perubahan yang terjadi dalam diri. Beasiswa ini mendorong kami untuk menjalankan inisiatif bagi pelajar lewat proyek sosial MATRIKS. Kami belajar matematika lewat permainan board game, dan ternyata konsep ini berhasil membuat siswa menyelesaikan tugas dan terus ingin bermain,”kata Angela, salah satu anggota kelompok.

“Data terbaru kami menunjukkan 90% penerima beasiswa Cendekia dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Angka ini lebih besar tiga kali lipat dari angka partisipasi kasar perguruan tinggi[3]. Melalui Amartha.org, kami ingin memastikan semakin banyak anak Indonesia yang berani bermimpi dan menjadi pemimpin di komunitas lokalnya.” Tutup Aria.

See also  Teater Tari Seteko Mimpi Sebakul Cerita oleh Wulangreh Omah Budaya

Inisiatif dari para penerima beasiswa dipamerkan pada Impact Festival 2025, di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 22-23 November 2025.

By: Kazuri Team

Photo: Courtesy of Amartha.org

[1] KemenPPPA RI

[2] BPS: Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024

[3] Badan Pusat Statistik: APK PT