Kartini dan Pendidikan Perempuan Indonesia

Lebih seabad berlalu sejak kepergian RA Kartini, masih banyak perempuan yang belum mendapat pendidikan. Ya, perjuangan masih panjang… - read more
Stigma Masyarakat

Stigma yang hingga saat ini masih berlaku di masyarakat, terutama di pedesaan adalah, pendidikan tinggi untuk perempuan adalah pemborosan. Mereka menganggap percuma menyekolahkan perempuan karena kelak hanya akan mengurus rumah tangga. Berbeda dengan laki-laki laki yang didorong untuk menempuh pendidikan sebagai bekal untuk bekerja menafkahi keluarga.

Masyarakat pedesaan masih beranggapan bahwa perempuan berpendidikan tinggi rentan menjadi perawan tua, karena waktunya akan tersita untuk bersekolah dan cenderung menunda pernikahan. Mereka juga masih beranggapan bahwa perempuan dengan pendidikan tinggi rentan memiliki keluarga yang tidak harmonis karena akan disibukkan dengan pekerjaan. Karena menurut mereka, mengurus anak dan keluarga menjadi tugas perempuan saja.

Sedih pasti melihat setelah satu abad berlalu, perjuangan RA Kartini masih belum menyentuh beberapa lapisan masyarakat. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Membangun Perempuan = Membangun Bangsa

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun infrastruktur. Tidak hanya untuk peningkatan pendidikan saja, infrastruktur yang memadai akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat pada berbagai unsur secara keseluruhan. Tentu saja kita tidak bisa berharap hanya pada pemerintah, tetapi diperlukan keterlibatan masyarakat dan Lembaga swasta untuk mengatasi hal ini.

Selain itu, perlu juga diadakan pendidikan informal untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat pedesaan tentang pentingnya mendapatkan pendidikan tinggi dan dampak yang akan mereka peroleh dari pendidikan itu sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh relawan, baik melalui program pemerintah ataupun organisasi non pemerintah.

Satu hal yang perlu dipahami adalah, dengan meningkatkan kualitas pendidikan perempuan artinya kita sedang membangun bangsa ini menjadi lebih besar, berdaya dan sejahtera melalui kelembutan, kecakapan, dan ketangguhan kaum perempuan.

By: Kazuri Team

See also  Sasa Temani Perempuan Hadirkan Masakan Lezat Tanpa Sisa

Pages: 1 2