
Tak semua perjuangan perempuan dilakukan di panggung besar, kadang ia hadir dalam langkah kecil namun menginspirasi - read more
Memperingati Hari Kartini, selain mengingatkan kita kepada jasa Raden Ajeng Kartini, juga mengingatkan bahwa perjuangan para kartini masa kini terus berlangsung. Kadang perjuangan itu membawa dampak besar, kadang kecil namun menginspirasi. Seperti Hana Merlian, salah satu teman tuli di McDonald’s Indonesia.
Lahir dan besar di Bandung, Hana Merlian terlahir tanpa kemampuan mendengar, membuatnya menjalani hidup dengan tantangan. Namun, keterbatasan itu tidak pernah memadamkan semangatnya.
Selain bekerja, Hana menjalankan perannya sebagai ibu dari dua anak, menerima pesanan kue, bahkan aktif sebagai atlet tenis meja.
Sejak Agustus 2023, Hana bergabung di McDonald’s Sukahati Cibinong, Bogor. Sebagai special crew, ia menghadapi banyak tantangan, salah satunya saat pertama kali diberi tugas membungkus nasi putih—yang ternyata menjadi titik awal rasa percaya dirinya tumbuh.
“Awalnya sulit, bungkusnya berantakan. Tapi dalam seminggu saya bisa melakukannya. Sekarang saya juga sudah bisa memasak nasi yang pas, tidak terlalu keras atau lembek,” kenang Hana.
Saat ini Hana telah belajar menyiapkan pesanan, menghafal produk, antar makanan ke pelanggan, dan memastikan kebersihan area lobby.
Berbagai tantangan dihadapi Hana, seperti memahami instruksi verbal yang membutuhkan penjelasan detail. Namun, ia merasa terbantu oleh kepedulian rekan-rekan kerja yang membimbing dan membuatnya merasa dihargai.
Bagi Hana, Hari Kartini bukan hanya tentang emansipasi, melainkan tentang kesempatan. Kesempatan bagi perempuan, termasuk yang memiliki disabilitas, bisa berdiri sejajar dan berdaya. “Perempuan itu bisa. Bisa mandiri, bisa berkarya, bisa bantu keluarga dan lingkungan—asal terus semangat,” ujarnya.

Komitmen McDonald’s Indonesia: Kesempatan Setara untuk Semua
Kisah Hana adalah salah satu dari banyak cerita yang tumbuh di lingkungan kerja inklusif McDonald’s Indonesia. Komitmen terhadap kesetaraan telah diwujudkan sejak 1995 dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui program special crew bagi putra/putri daerah tempat restoran beroperasi.
Lebih dari 130 teman tuli telah bergabung sebagai special crew. Mereka diberdayakan, dibekali pelatihan sesuai minat dan kemampuan—mulai dari menjadi barista, spesialis ayam McD, hingga layanan pelanggan.
Yulianti Hadena, HR & GS Director PT Rekso Nasional Food menyampaikan, “McDonald’s Indonesia tidak hanya menyajikan hidangan lezat dan berkualitas, tetapi juga menjunjung tinggi nilai inklusi, baik bagi karyawan maupun pelanggan. Kami ingin menciptakan ruang inklusif yang membuat setiap individu merasa diterima, dilihat dan didengar agar bisa menjadi versi terbaik bagi diri mereka sendiri.”
Di McDonald’s Indonesia, manajer restoran memiliki peran sebagai pembimbing dan penghubung antara tim operasional dan special crew. Mereka dilatih untuk menjadi mentor yang peka dan suportif, memastikan suasana kerja tetap inklusif, memberikan arahan yang jelas, dan menyemangati tim untuk bekerja sama tanpa diskriminasi.
Sementara rekan kerja berperan sebagai support system yang saling menguatkan, membantu dalam pekerjaan teknis, juga menciptakan rasa aman dan kekeluargaan.
“Kami ingin terus menghadirkan lingkungan kerja yang aman, setara, dan inklusif. Karena bagi kami, itu bukan sekedar idealisme melainkan keharusan,” tutup Yulianti.
By: Kazuri Team | Photo: Courtesy of McDonald’s Indonesia
