
Di balik setiap transformasi, terkadang ada sahabat yang memberi keberanian untuk tumbuh, bereksplorasi, dan menjadi diri sendiri - read more
Dalam perjalanannya menemukan jati diri, perempuan sering kali menemukan kekuatan dari orang-orang yang berjalan bersamanya. Sahabat yang menerima tanpa menghakimi, memberi dukungan, dan mendorong kita untuk berani mencoba hal-hal baru. Semangat inilah yang diangkat POND’S Bright Miracle melalui POND’S Bright Miracle Runway di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, dengan tema “Transform to Transcend”, merayakan persahabatan dan transformasi perempuan.
Untuk pertama kalinya hadir di JFW, POND’S Bright Miracle mengajak perempuan melihat transformasi bukan sebagai keharusan untuk mengikuti tren atau standar kecantikan tertentu, melainkan sebuah proses untuk semakin mengenali dan merayakan keunikan diri. Pesan ini diterjemahkan melalui kehadiran tiga Real Glow Muse, yaitu Erika Richardo, Rebecca Klopper, dan Gaby Saputra, yang tampil membawakan koleksi dari tiga fashion label: MORAL, Tanah le Saé, dan Christin Wu.
Bagi Erika Richardo, ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri masih kerap dibatasi oleh ekspektasi orang lain, termasuk dalam hal penampilan. Melalui panggung ini, ia ingin mengingatkan bahwa keberanian menjadi diri sendiri juga tumbuh dari rasa nyaman terhadap diri, serta dukungan sahabat yang selalu hadir.
“Sebagai perempuan yang suka bereksplorasi dan terus ingin bertransformasi lewat kreativitas, aku merasa ruang gerak kita masih sering dibatasi oleh ekspektasi orang lain, termasuk tentang bagaimana seharusnya berpenampilan. Lewat panggung ini, aku ingin mengingatkan bahwa real transformation akan muncul ketika kulit kita mampu memancarkan real glow dari dalam, sehingga kita merasa nyaman menjadi diri sendiri dan bisa merayakan keunikan yang kita punya. Apalagi dengan kehadiran para sahabat yang selalu mendukung, kita jadi lebih percaya diri untuk berani melampaui batasan-batasan semu,” ungkap Erika.

Tiga Label, Tiga Cerita tentang Transformasi
Semangat persahabatan dan transformasi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa fashion melalui tiga koleksi dengan karakter yang berbeda. Masing-masing membawa interpretasi tentang identitas, perjalanan, dan hubungan yang memberi makna dalam kehidupan perempuan.
MORAL menghadirkan koleksi “PULANG” yang dirancang oleh Andandika Surasetdja. Melalui koleksi ini, transformasi dimaknai sebagai keberanian untuk mengenali, menerima, dan merayakan keunikan diri. Perpaduan organza, tulle, dan satin dengan denim menghadirkan dialog antara kelembutan, transparansi, dan struktur yang tegas, layaknya kulit kedua.
Koleksi ini semakin istimewa melalui kolaborasi dengan Tania Kardin dari label aksesori KAR. Menghadirkan kreasi bunga anggrek, aksesori tersebut menjadi simbol kesabaran, transformasi, dan keindahan yang langka. Kolaborasi ini sekaligus membawa kembali hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak MORAL mendukung debut KAR di JFW 2016. Sebuah pertemanan yang dimaknai sebagai tempat untuk diterima, didukung, dan selalu memiliki ruang untuk kembali.
Sementara itu, Tanah le Saé membawa cerita yang lebih personal melalui koleksi “The Colour: Purple”. Terinspirasi dari perpaduan warna merah yang melambangkan cinta dan passion dengan biru yang merepresentasikan kebersamaan dan kepercayaan, koleksi ini memperkenalkan gagasan Purple Person.

Istilah tersebut merujuk pada sosok istimewa yang hadir dalam kehidupan seseorang, mengenal kita apa adanya, dan meninggalkan kesan mendalam. Hubungan yang tidak selalu harus mengikuti definisi konvensional, tetapi dapat mengubah cara seseorang memandang kehidupan.
Menariknya, gagasan transformasi juga hadir dalam proses kreatif koleksi ini. Denniel Richard dan Andika Wiradiputra mengolah kembali material vintage, leftover fabrics, serta bahan dari koleksi terdahulu menjadi karya baru. Bagi keduanya, transformasi bukan berarti meninggalkan masa lalu atau mengubah identitas diri, melainkan menemukan makna baru dari pengalaman yang telah dilalui.
Berbeda dari dua koleksi sebelumnya, Christin Wu menghadirkan “Reminiscia” sebagai perayaan satu dekade perjalanan kreatifnya. Koleksi ini menjadi refleksi atas berbagai pengalaman, pencapaian, dan tantangan yang membentuk perjalanan seorang desainer.
Melalui interpretasi ulang siluet dan detail ikonik dengan sentuhan lebih modern, Christin juga menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman. Elemen floral yang berani, mutiara sebagai simbol keindahan abadi, serta pita yang menghadirkan kelembutan dan dinamika menjadi bagian dari cerita koleksi ini. Sebuah pengingat bahwa masa lalu bukan sekadar kenangan, melainkan fondasi untuk terus berevolusi, terlebih dengan dukungan orang-orang terdekat.

Menemukan Real Glow Lewat Proses yang Konsisten
Di luar perayaan persahabatan dan fashion, POND’S Bright Miracle juga membawa pesan tentang pentingnya perawatan kulit yang konsisten. Di tengah maraknya tren dan berbagai beauty hacks, brand ini mengajak perempuan untuk tidak mengejar hasil instan, melainkan membangun rutinitas perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Seperti dikatakan Rahmadina Dwitri Meldi, Brand Manager POND’S, “The real transformation ini didukung oleh kekuatan Niasorcinol™, teknologi dari POND’S Bright Miracle yang menggabungkan Niacinamide dan E-Resorcinol untuk bekerja menyamarkan noda hitam hingga di lapisan kulit epidermis, membantu kulit tampak lebih cerah merata dan bercahaya dengan 50X kekuatan mencerahkan.[1] Sehingga, real glow yang didapatkan bukanlah hasil hacks atau efek sesaat, melainkan hasil dari sebuah proses yang progresif.”
Pada akhirnya, “Transform to Transcend” mengingatkan bahwa transformasi tidak selalu harus dilakukan sendirian. Ada kalanya keberanian untuk melangkah datang dari sahabat yang percaya pada kemampuan kita, bahkan ketika kita sendiri masih ragu. Sebab, menjadi versi terbaik dari diri sendiri bukan tentang memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan tentang tumbuh, menerima keunikan diri, dan merayakan perjalanan bersama orang-orang yang berarti.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of POND’S
[1] Berdasarkan hasil uji in vitro terhadap bahan pencerah lainnya
