
Di balik senyum yang sehat, ada perhatian pada hal-hal kecil yang kerap terlupakan - read more
Senyum yang sehat bukan semata-mata tentang deretan gigi putih dan napas yang segar. Di baliknya, ada kebiasaan perawatan sehari-hari yang juga perlu memperhatikan kesehatan gusi dan kebersihan sela gigi, dua area yang kerap luput dari perhatian.
Banyak orang mulai lebih memperhatikan perawatan gigi karena ingin memiliki senyum yang lebih cerah atau menjaga napas tetap segar sepanjang hari. Padahal, kesehatan mulut mencakup lebih dari sekadar tampilan gigi. Plak, misalnya, merupakan lapisan biofilm yang mengandung bakteri dan dapat menumpuk di sepanjang garis gusi maupun sela gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, penumpukan plak dapat berkontribusi pada berbagai masalah gigi dan gusi.
Hal ini menjadi salah satu perhatian yang diangkat dalam konferensi pers usmile di Jakarta pada 23 Oktober 2026. Menghadirkan dokter gigi drg. Zahrah Almira, atau yang akrab disapa drg. Rara, acara tersebut mengajak masyarakat memahami kembali pentingnya kebiasaan merawat gigi dan mulut secara menyeluruh.
“Biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih. Itu bisa menjadi awal yang baik, tetapi kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” jelas drg. Zahrah Almira.

Kebiasaan sederhana yang perlu diperhatikan
Perawatan gigi sehari-hari sebenarnya berawal dari rutinitas sederhana. drg. Rara menjelaskan bahwa dasar perawatan yang dianjurkan mencakup menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluorida, serta membersihkan sela gigi setiap hari.
Teknik menyikat gigi juga tidak kalah penting. Gunakan tekanan yang lembut dan pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, mulai dari bagian luar, bagian dalam, permukaan kunyah, hingga gigi belakang. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada bagian gigi yang terlihat ketika tersenyum.
Selain itu, kondisi gigi dan gusi setiap orang dapat berbeda. Karena itu, pemilihan produk maupun alat pembersih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
“Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Jadi, penting untuk tahu apa yang ingin kita rawat dan apa fungsi produk yang dipilih. Kalau gusi sering berdarah, bengkak, atau bau mulut terus muncul, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui,” tambah drg. Rara.

Memahami kebutuhan sebelum memilih produk
Kesadaran untuk merawat gigi juga perlu diikuti dengan pemahaman mengenai fungsi produk yang digunakan. Tidak semua pasta gigi, misalnya, memiliki fokus manfaat yang sama. Memilihnya bukan sekadar mengikuti tren atau mencari produk yang menjanjikan gigi lebih putih, melainkan memahami kebutuhan gigi dan mulut masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, usmile memperkenalkan rangkaian perawatan gigi dan mulut yang mencakup pasta gigi, sikat gigi elektrik, serta water flosser. Setiap produk memiliki pendekatan dan fungsi yang berbeda untuk mendukung rutinitas perawatan sehari-hari.
Untuk pasta gigi, terdapat beberapa pilihan dengan fokus manfaat yang beragam. Fresh White, yang dikenal di Indonesia sebagai “odol parfum”, berfokus pada kesegaran mulut dan perawatan noda sehari-hari. Sementara itu, Repair White menggabungkan pemutihan dengan perawatan enamel melalui kandungan F-CaP dan hydroxyapatite (HAP).
Bagi yang ingin membuat gigi tampak lebih putih secara instan, tersedia Optical White. Pasta gigi ini menggunakan Natural Purple Corrector untuk membantu mengoreksi tampilan warna gigi secara optik, disertai papain untuk mendukung perawatan noda. Mekanismenya berbeda dari pemutihan gigi melalui bleaching. Adapun Strength White berfokus pada perawatan noda permukaan akibat kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh, sekaligus melindungi enamel.
Selain pasta gigi, usmile menghadirkan sikat gigi elektrik Y1S yang menggunakan teknologi sonik, dilengkapi tiga mode penggunaan dan pengingat dua menit untuk mendukung kebiasaan menyikat gigi. Untuk membantu membersihkan sela gigi, tersedia C10 water flosser yang menggunakan aliran air terarah agar pembersihan dapat dilakukan secara lebih presisi.
Usmile juga memiliki Q10, sikat gigi elektrik sonik yang dirancang untuk anak-anak. Perangkat ini dilengkapi fitur Smart Ring yang memberikan panduan untuk empat zona penyikatan, pengingat setiap 30 detik, serta timer dua menit untuk membantu membangun kebiasaan menyikat gigi sejak dini.
Beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa perawatan gigi dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang berbeda. Namun, seperti diingatkan dalam konferensi pers, penggunaan setiap produk tetap perlu mengikuti petunjuk masing-masing serta memperhatikan kondisi gigi dan gusi.

Membawa edukasi perawatan gigi lebih dekat
Upaya memperkenalkan kebiasaan merawat gigi secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari turut menjadi alasan usmile menggandeng Raditya Dika sebagai brand ambassador di Indonesia.
Dikenal sebagai penulis, komedian, dan konten kreator, Raditya Dika memiliki gaya komunikasi yang ringan dan akrab dengan keseharian. Menariknya, ketertarikannya terhadap usmile bermula dari sebuah obrolan di podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist usmile.
“Saya pertama kali mengenal usmile melalui obrolan di podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist, usmile. Di sana, saya bisa bertanya langsung tentang riset di balik produknya dan memahami bagaimana setiap produk dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda. Dari obrolan itu, saya jadi tertarik untuk mengenal usmile lebih jauh,” cerita Raditya Dika.
Ia melihat kesempatan menjadi brand ambassador sebagai cara untuk melanjutkan percakapan tersebut dan mengajak audiens mengenal produk serta sains di baliknya dengan pendekatan yang santai dan mudah dipahami.
Melalui kolaborasi ini, usmile berharap inovasi perawatan gigi dapat semakin dekat dengan keseharian masyarakat. Sebab, menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya tentang mendapatkan senyum yang terlihat lebih cerah. Perhatian pada gusi, sela gigi, serta kebiasaan membersihkan seluruh permukaan gigi merupakan bagian dari rutinitas yang tidak kalah penting. Pada akhirnya, senyum yang sehat berawal dari perawatan yang dilakukan secara konsisten, bahkan melalui hal-hal sederhana setiap hari.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of usmile
