PINTU Incubator, Ruang bagi Talenta Fashion untuk Bertumbuh

PINTU mempertemukan desainer Indonesia dan Prancis, menghasilkan koleksi dan pertukaran pengetahuan - read more

Kolaborasi sering dipandang sebagai hasil akhir. Padahal, yang paling sulit justru menciptakan ruang agar kolaborasi itu bisa tumbuh. Berangkat dari pemikiran itulah PINTU hadir, mempertemukan desainer Indonesia dan Prancis dalam sebuah proses kreatif yang tidak hanya menghasilkan koleksi, tetapi juga pertukaran pengetahuan, perspektif, dan pengalaman.

Diinisiasi oleh JF3 Fashion Festival bersama LAKON Indonesia, PINTU merupakan inisiatif jangka panjang yang dirancang untuk mendukung lahirnya talenta-talenta baru di industri fashion. Program ini tidak hanya mempertemukan desainer lintas negara, tetapi juga membuka ruang dialog antara pelaku industri, mentor, akademisi, pengrajin, hingga institusi kreatif yang menjadi bagian penting dari perjalanan seorang desainer.

Bagi Thresia Mareta, Co-Initiator PINTU sekaligus Founder LAKON Indonesia, setiap desainer memiliki perjalanan kreatif yang berbeda. Karena itu, PINTU tidak dibangun untuk memberikan satu jawaban yang sama kepada semua peserta, melainkan membantu mereka menemukan arah masing-masing.

“Kami percaya bahwa talenta tidak selalu tumbuh karena diberi lebih banyak jawaban. Sering kali, mereka justru berkembang ketika dipertemukan dengan pengalaman, sudut pandang, dan pertanyaan yang tepat. PINTU kami bangun sebagai ruang untuk menjalani proses itu—mengenali kekuatan, melihat kembali apa yang belum bekerja, dan memahami ke mana sebuah karya ingin dibawa. Karena pada akhirnya, yang kami harapkan bukan hanya lahirnya koleksi yang baik, tetapi pelaku mode yang mampu terus bertumbuh dan menentukan langkahnya sendiri,” ujar Thresia Mareta.

Incubator, Residency, dan Accelerator

Semangat tersebut diwujudkan melalui tiga program yang saling melengkapi. PINTU Incubator menjadi ruang bagi para desainer untuk mengembangkan gagasan, mempertajam perspektif, dan membangun dialog kreatif bersama mentor dari berbagai disiplin. Perjalanan itu kemudian berlanjut melalui PINTU Residency, yang membawa peserta lebih dekat dengan budaya, pengrajin, serta praktik kreatif di negara mitra sehingga kolaborasi tidak berhenti pada pertukaran ide, tetapi berkembang melalui pengalaman langsung di lapangan.

See also  Mengukir Masa Depan Mode Indonesia Melalui PINTU Incubator di JF3 2025

Setelah melewati proses tersebut, peserta melanjutkan perjalanan melalui PINTU Accelerator yang dirancang untuk membantu mereka mempersiapkan karya agar lebih siap memasuki industri. Pada tahap ini, para desainer mendapatkan akses terhadap jejaring profesional, wawasan bisnis, hingga peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan karier mereka dalam jangka panjang.

Membangun Ekosistem

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa PINTU tidak berhenti pada penciptaan sebuah koleksi. Setiap fase dirancang untuk membangun fondasi yang berbeda—mulai dari membentuk cara berpikir, memperkaya proses kreatif, hingga membuka peluang profesional yang memungkinkan para desainer terus berkembang setelah program berakhir.

Pendekatan inilah yang dinilai penting oleh Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival sekaligus Co-Initiator PINTU. Menurutnya, pertumbuhan talenta tidak cukup hanya difasilitasi melalui sebuah panggung, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang mampu mendampingi mereka secara berkelanjutan.

“Sejak awal, JF3 tidak hanya ingin menyediakan panggung, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertumbuhan para pelaku industri. Melalui PINTU, kami membangun ruang yang mempertemukan talenta dengan pengetahuan, mentor, jejaring, pengalaman profesional, dan peluang kolaborasi. Kami percaya bahwa ekosistem yang kuat harus mampu mendampingi mereka untuk terus berkembang dalam jangka panjang,” ujar Soegianto Nagaria.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa PINTU tidak sekadar menjadi program inkubasi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem fashion yang lebih berkelanjutan. Setiap kolaborasi yang lahir membawa cerita yang berbeda, tetapi semuanya berangkat dari tujuan yang sama: memberi ruang bagi para desainer untuk belajar, bereksperimen, dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dalam perjalanan kreatif mereka.

Pada akhirnya, keberhasilan PINTU tidak semata diukur dari koleksi yang tampil di atas runway. Nilai terbesarnya justru terletak pada proses yang dijalani setiap peserta—belajar dari budaya lain, bertukar perspektif, membangun kepercayaan dengan rekan kolaborasi, dan terus bertumbuh sebagai pelaku mode. Sebab, ketika talenta diberi ruang untuk berkembang, yang lahir bukan hanya karya yang baik, tetapi juga fondasi yang lebih kuat bagi masa depan industri fashion.

By: Kazuri Team

See also  LAKON Indonesia Tampilkan URUB di JF3

Photo: Courtesy of JF3 2026