Marak Kasus Femisida, Nyawa Perempuan Tak Berharga?

Kasus femisida makin marak. Kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat. - read more

Baru dua bulan kita memasuki tahun 2025, namun berita mengenai kekerasan terhadap perempuan, bahkan yang berujung penghilangan nyawa sudah semakin marak. Terungkapnya kasus-kasus yang termasuk Femisida ini betapa nyawa perempuan seakan tidak dianggap, oleh para lelaki di negara ini, jangan lagi terlalu jauh bicara mengenai eksistensi.

Femisida adalah pembunuhan berbasis gender. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah femisida merujuk pada tindakan pembunuhan seorang perempuan oleh laki-laki karena kebenciannya terhadap perempuan.

Istilah femisida digunakan untuk menjelaskan banyaknya kasus pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan oleh orang dekat. Awal tahun 2025 ini ada setidaknya empat kasus femisida yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Kasus-Kasus Femisida
Pertama:

Pada akhir Januari 2025, terjadi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap perempuan berinisial UK (29). Potongan tubuh korban ditemukan dalam koper berwarna merah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/1). Pelakunya adalah kekasih korban berinisial RTH alias A (32) yang cemburu dan sakit hati atas kata-kata korban. Sebagian tubuh korban dimasukkan ke dalam koper, lalu dibuang di Ngawi, dan sebagian potongan tubuh lainnya dibuang di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek.

Kedua:

Kasus berikutnya terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, dimana seorang istri berinisial SPS (25) ditelantarkan oleh suaminya WS (26) dan berujung meninggal dunia. Suami menelantarkan istrinya lantaran korban menolak berhubungan badan karena kondisi tubuh sang istri yang lemah, akibat menderita kanker paru-paru.

Ketiga:

Kasus lain terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, saat warga digegerkan dengan terungkapnya peristiwa femisida yang dilakukan seorang suami berinisial EA (31) terhadap istrinya A (35). Berawal dari cekcok antara suami-istri, kemudian pelaku merasa dendam, lalu membunuh korban dengan cara menghantam bagian kepala hingga meninggal dunia. Jasad korban dimasukkan ke dalam drum sebelum ditanam di tanah dan dicor oleh pelaku.

See also  Beasiswa Glow & Lovely Dukung 100 Perempuan Muda Wujudkan Mimpi
Keempat:

Kasus lainnya terjadi tak jauh dari kota Jakarta, yaitu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terjadi pada November 2022, namun baru terungkap pada February 2025 ini. Jasad korban dibuang ke septic tank di rumahnya oleh suami yang berinisial S (43). Kasus ini terungkap ketika pelaku melakukan tindak serupa terhadap perempuan lain dan jasadnya juga akan dibuang ke septic tank yang sama.

Pages: 1 2