
Tantri Namirah, Ririn Ekawati, Ibnu Jamil, hingga David John Schaap menerjemahkan gaya sehari-hari lewat koleksi UNIQLO Fall/Winter 2026 - read more
Ada masa ketika pakaian untuk bekerja, bersantai, bepergian, dan beraktivitas di luar rumah terasa seperti memiliki aturan masing-masing. Namun dengan kehidupan urban yang kian cair, bisa saja dalam satu hari kita mulai dari rumah, ke kantor, lanjut hang-out setelah jam kerja, hingga berakhir dengan perjalanan singkat atau waktu bersama keluarga.
Dalam ritme seperti ini, wardrobe pun ikut berubah. Bukan lagi tentang memiliki pakaian sebanyak mungkin, melainkan menemukan pieces yang mampu mengikuti berbagai momen tanpa kehilangan karakter personal.
Semangat inilah dibawa oleh UNIQLO melalui koleksi Fall/Winter 2026 bertema “Modern City Feelings”. Terinspirasi dari kehidupan kota yang terus bergerak, koleksi ini mempertemukan karakter city classics yang rapi dengan nuansa casual outdoor yang lebih santai, sekaligus menghadirkan pembaruan pada siluet, fungsi, dan kategori.
“Kehidupan masyarakat modern saat ini sangat dinamis. Dalam satu hari, kita bisa berpindah dari rumah, ke meeting, menjalankan berbagai aktivitas di luar, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman,” ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.
Wardrobe yang Lebih Fleksibel
Salah satu perubahan yang terasa dalam koleksi musim ini adalah siluet yang semakin relaxed. Jeans, barrel pants, smart pants, sweats, hingga casual outerwear dirancang untuk memberikan ruang bergerak sekaligus membuka lebih banyak kemungkinan styling tanpa kehilangan kesan polished.
Fleksibilitas tersebut juga terlihat pada evolusi fleece. Tidak lagi sekadar lapisan tambahan untuk cuaca dingin, fleece hadir dengan siluet yang lebih modern dan fitur seperti windproof serta water repellent, membuatnya relevan sebagai daily utility outer untuk berbagai aktivitas.
Bahkan batas antara pakaian rumah dan pakaian untuk beraktivitas mulai terasa semakin tipis. Melalui kategori Lounge & Underwear, UNIQLO mencoba menjembatani kebutuhan innerwear, loungewear, dan everyday wear dengan mengutamakan kenyamanan sekaligus kemudahan styling.

Empat Cara Memaknai Everyday Style
Menariknya, gagasan tentang wardrobe yang fleksibel ini terasa berbeda pada setiap orang. Dalam Collection Preview, Tantri Namirah, Ririn Ekawati, Ibnu Jamil, dan travel influencer David John Schaap membagikan cara masing-masing memaknai pakaian yang menemani keseharian mereka.
Bagi Tantri Namirah, personal style adalah ruang untuk bereksperimen. Ia menikmati proses mix and match dengan memadukan warna, tekstur, serta pieces dengan fungsi berbeda.
Pada kesempatan tersebut, Tantri memilih HEATTECH Cashmere berwarna merah, Zip Up Short Jacket, High Rise Wide Jeans, dan Satin Hijab. “Aku hari ini tentu saja lagi jadi diriku sendiri dengan color blocking-nya,” ujarnya. Baginya, sebuah outer idealnya memiliki fleksibilitas untuk bergerak dari suasana formal ke casual.
Sementara itu, Ririn Ekawati melihat everyday wardrobe dari perspektif kehidupan yang lebih praktis. Sebagai seorang ibu dengan aktivitas yang beragam, ia memilih pakaian yang tetap terlihat rapi tanpa mengorbankan kenyamanan.
Ririn memadukan Merino Blend Polo Cardigan dengan Washable Knit Smooth Pants. “Aku suka banget outfit seperti ini karena nyaman, tapi tetap kelihatan proper,” katanya. Bahkan menurutnya, loungewear kini tidak harus berhenti di rumah karena dapat menjadi pilihan untuk aktivitas seharian hingga airport fit.
Untuk Ibnu Jamil, kata kuncinya adalah versatility. Ia memadukan Cardigan Milano Rib Ritsleting, Jaket Sweat Hoodie Pullover, dan Barrel Jeans dari UNIQLO : C. Menurutnya, sweat mudah dipadukan dengan berbagai item sehingga dapat digunakan untuk banyak momen.
Ia juga melihat siluet semi-barrel pada Barrel Jeans sebagai cara yang lebih mudah untuk mulai bereksperimen dengan bentuk celana yang berbeda.
Berbeda lagi dengan David John Schaap. Sebagai seseorang yang dekat dengan aktivitas outdoor, ia melihat pakaian dari sisi fungsi sekaligus penampilan. Men’s Pile Lined Fleece Blouson dan Warm Lined Pants menjadi pilihannya karena memberikan kehangatan, keleluasaan bergerak, serta kepraktisan saat menghadapi perjalanan dan aktivitas luar ruang.
Dari AM to PM, Weekday to Weekend
Pada akhirnya, mungkin inilah perubahan paling menarik dalam cara kita berpakaian hari ini: wardrobe tidak lagi harus mengikuti batas-batas aktivitas, justru pakaianlah yang dituntut untuk mengikuti kehidupan.
Hal ini juga tercermin dalam cara UNIQLO melihat workwear. Bagi Evy, pakaian kerja kini tidak harus terasa kaku. Kita tetap ingin terlihat polished dan profesional, tetapi tidak selalu harus konservatif.
“Workwear sekarang menurut saya jauh lebih fleksibel. Kita tetap ingin terlihat polished dan professional, tetapi bukan berarti harus selalu konservatif. Jadi pakaian juga perlu bisa mengikuti ritme aktivitas sepanjang hari,” ujarnya.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui pilihan layering seperti HEATTECH Extra Warm Cashmere Blend dan Merino Cardigan, hingga Smart Easy Pants yang tetap terlihat profesional namun cukup fleksibel untuk dikenakan setelah jam kantor.
Sementara untuk perjalanan, koleksi Fall/Winter 2026 juga menghadirkan travel essentials seperti HEATTECH, PUFFTECH, Warm-Lined Pants, dan Down yang menawarkan lightweight warmth serta mudah di-layer dan dibawa bepergian.
Pada akhirnya, Modern City Feelings bukan hanya tentang bagaimana sebuah koleksi terlihat, tetapi tentang bagaimana pakaian dapat menjadi bagian dari kehidupan yang sesungguhnya. Ketika rutinitas semakin dinamis, batas antara weekday dan weekend semakin cair, wardrobe terbaik bukanlah yang banyak, melainkan yang paling relevan.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of UNIQLO
