Siapa Bilang Hubungan Mertua dan Menantu Harus Ribet?

Kedekatan hubungan mertua dan menantu justru tumbuh dari hal-hal sederhana dalam keseharian. - read more

Menantu dan mertua perempuan sulit akur. Stigma itu sepertinya telah lama berkembang di masyarakat, bahkan hingga saat ini. Akan tetapi benarkah begitu?

Coba kita lihat hubungan antara Merdianti Octavia dan Dewi Yull. Berlawanan dengan stigma tadi, keduanya justru menunjukkan hubungan yang mesra dan hangat. Kedekatan mereka memperlihatkan relationship goals yang akrab, sekaligus menantang stereotip “mertua galak” yang selama ini melekat.

Berawal dari hadiah sandal sederhana yang diberikan Merdi, lalu dibalas ucapan terima kasih oleh sang mertua yang saling di-repost. Momen kecil itu ramai diperbincangkan warganet sebagai bukti bahwa relasi mertua dan menantu bisa jauh lebih cair dari yang dibayangkan. “Hope U like it bu, Love you,” tulis Merdi membalas unggahan Dewi Yull.

Marriage is Scarry?

Merdi juga kerap membagikan konten keseharian dengan sentuhan humor. Salah satunya saat ia “mendemonstrasikan” cara menjadi menantu idaman yang tampil serba bisa. Mulai dari membantu pekerjaan rumah hingga urusan cucian pakaian. Sang mertua sempat ragu memegang pakaian berbahan satin yang rentan rusak, namun Merdi meyakinkan bahwa semuanya bisa ditangani dengan baik.

Interaksi seperti ini terasa segar di tengah tren yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial: marriage is scary. Sebuah istilah yang menggambarkan kekhawatiran generasi muda terhadap kehidupan setelah menikah, termasuk dinamika dengan keluarga pasangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pernikahan di Indonesia menurun dalam beberapa tahun terakhir. Di saat yang sama, survei JakPat juga mencatat banyak pasangan muda memilih tinggal mandiri setelah menikah. Tentunya untuk menjaga privasi dan meminimalisir potensi konflik dengan orang tua.

See also  Tren Pernikahan 2026: Pasangan Muda Pilih Rumah Tangga “Beres” daripada Pesta Mewah

Namun, yang sering luput dari perhatian adalah sisi lain dari pernikahan itu sendiri. Hubungan dengan mertua tidak selalu identik dengan drama atau ketegangan. Dalam banyak kasus, kedekatan justru tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam keseharian.

Mulai dari menyiapkan rumah saat keluarga berkunjung, memastikan kebutuhan sehari-hari berjalan lancar, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hal-hal kecil yang perlahan membangun rasa nyaman, perhatian, dan kedekatan antargenerasi.

Anti Panik Saat Mertua Berkunjung

Dalam kenyataannya, cukup banyak situasi sederhana yang bisa membuat seseorang mendadak panik saat mertua berkunjung. Seperti kurangnya stok bahan makanan, cucian yang belum selesai, hingga kendaraan tiba-tiba bermasalah ketika harus menjemput atau mengantar anggota keluarga.

Situasi-situasi seperti ini diangkat Bosch Indonesia melalui kampanye “Beres, Bosch”. Kampanye ini menyoroti bagaimana beragam peran dalam kehidupan rumah tangga sering hadir bersamaan, dan bagaimana teknologi membantu menjadi lebih ringan.

Alih-alih menampilkan sosok yang harus sempurna, kampanye tersebut justru merefleksikan realitas yang akrab bagi banyak keluarga muda. Berusaha sigap saat dibutuhkan, sambil tetap menikmati momen kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

Mulai dari menjaga bahan makanan tetap tersedia, memastikan urusan rumah tangga berjalan lebih praktis, menjaga kendaraan tetap siap digunakan, hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan kecil di rumah.

“Kehidupan rumah tangga datang dengan banyak peran baru yang harus dijalani bersamaan. Lewat produk-produk yang inovatif dan andal, kami ingin keluarga muda Indonesia bisa lebih fokus membangun momen bersama keluarga tanpa perlu khawatir soal alat yang mereka gunakan setiap hari,” ujar Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan.

Kisah Merdi dan Dewi Yull mungkin berbeda dengan pengalaman setiap keluarga. Namun satu hal yang sama, hubungan yang baik sering kali tumbuh ketika keseharian dapat dijalani dengan lebih mudah dan nyaman. Perspektif tersebut juga menjadi benang merah dalam kampanye terbaru “Beres, Bosch” yang dapat disaksikan melalui berbagai kanal digital Bosch Indonesia.

See also  Tren Pernikahan 2026: Pasangan Muda Pilih Rumah Tangga “Beres” daripada Pesta Mewah

By: Kazuri Team

Photo: Courtesy of @dewiyullofficial & @merdioctav