
Menikmati Ritme Baru Liburan Slow Living di Kepulauan Belitung - read more
Kepulauan Belitung memasuki babak baru sebagai destinasi leisure dan slow living di Indonesia. Jika dahulu pulau ini dikenal sebagai hidden gem dengan pantai berhiaskan batu granit ikonik, kini Belitung berkembang menjadi destinasi retreat yang menawarkan pengalaman lebih personal, tenang, dan mindful.
Melalui konsep Connect to Reconnect, perjalanan ke Belitung tidak lagi sekadar soal berpindah tempat. Tetapi tentang menikmati waktu dengan ritme yang lebih lambat dan penuh kesadaran. Di tengah tren perjalanan yang mencari ketenangan dan koneksi emosional, Belitung menawarkan pengalaman yang lebih intimate dibanding destinasi wisata lainnya.
Terletak di pesisir utara pulau, Tanjung Kelayang Reserve hadir sebagai kawasan pesisir eksklusif yang tetap menjaga lanskap alami khas Belitung. Gugusan batu granit raksasa, teluk-teluk tenang, hingga pulau kecil di sekitarnya membentuk panorama yang menjadikan kawasan ini bagian dari UNESCO Global Geopark.
Akses menuju Belitung juga semakin mudah dengan hadirnya penerbangan langsung Scoot dari Singapura yang beroperasi setiap Rabu dan Minggu. Kedekatan akses ini membuat Belitung semakin relevan sebagai destinasi short escape tanpa kehilangan nuansa secluded retreat sebagai daya tarik utamanya.

Family Retreat yang Lebih Personal di Sheraton Belitung Resort
Di dalam kawasan Tanjung Kelayang Reserve, Sheraton Belitung Resort menghadirkan pengalaman family retreat yang dirancang lebih seamless dan immersive. Paket menginap yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan Scoot membuat perjalanan terasa nyaman sejak kedatangan hingga kembali pulang.
Selama berada di Belitung, tamu dapat menikmati island hopping dan snorkelling di perairan utara yang terkenal tenang dan jernih. Aktivitas ini menjadi cara sederhana untuk kembali terhubung dengan lanskap alami Belitung yang masih relatif terjaga.
Pengalaman berlanjut melalui kunjungan ke peternakan madu lokal, menyusuri Whistle Trail, afternoon tea di tepi laut, hingga spa yang menenangkan.
Untuk periode Mei 2026, paket menginap tersedia mulai dari SGD 598 net per kamar untuk 4 hari 3 malam dan SGD 698 net untuk 5 hari 4 malam. Paket sudah termasuk kamar Deluxe Garden View, sarapan harian, airport transfer, island hopping, snorkeling, pilihan Whistle Trail atau refleksi 30 menit, kunjungan ke peternakan madu, afternoon tea, hingga diskon 20% untuk makanan, minuman, dan spa.
Tamu yang tiba di pagi hari juga mendapatkan fasilitas early check-in dan breakfast upon arrival.

Belitung Kini Tak Hanya Tentang Pantai
Di luar pengalaman retreat, Belitung juga mulai menghadirkan sisi lain yang lebih dinamis. Setelah sukses menghadirkan myBCA Belitung Multisport Festival pada April lalu, pulau ini akan kembali menjadi tuan rumah GFNY Indonesia (Gran Fondo New York) pada 21 Juni 2026.
Sementara di dalam kawasan reserve, Sheraton Belitung Resort kini menghadirkan lapangan padel. Kehadiran fasilitas ini menghadirkan keseimbangan antara aktivitas aktif dan momen slow living yang tetap menjadi inti pengalaman di Belitung.

Menemukan Kembali Arti Liburan yang Lebih Tenang
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Belitung menawarkan sesuatu yang kini semakin dicari banyak orang: ketenangan, ruang untuk berhenti sejenak, dan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.
Melalui Tanjung Kelayang Reserve, pengalaman perjalanan dibentuk oleh lanskap, cahaya, laut, dan waktu yang dijalani perlahan. Sebuah pengalaman yang membuat Belitung terasa bukan sekadar destinasi, melainkan tempat untuk kembali terhubung — dengan alam, keluarga, dan diri sendiri.
Jelajahi cerita dan pengalaman yang membentuk Tanjung Kelayang Reserve melalui @TanjungKelayangReserve dan @bluemindexperience di Instagram. Nikmati ritme pulau dengan menginap di Sheraton Belitung Resort atau Billiton Ekobeach Retreat.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Tanjung Kelayang Reserve
