
Solusi modern untuk aritmia jantung, dengan pendekatan lebih aman, presisi, dan minimal invasif - read more
Di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung kini ikut meningkat. Keluhan seperti jantung berdebar, mudah lelah, hingga gangguan irama jantung atau aritmia mulai banyak dialami usia produktif, terutama kelompok usia 40–60 tahun. Menjawab kebutuhan tersebut, Primaya Hospital Kelapa Gading terus memperluas layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan teknologi ablasi jantung tanpa radiasi (non-fluoroscopic cardiac ablation), sebuah inovasi modern yang memungkinkan tindakan jantung dilakukan lebih aman, presisi, dan minimal invasif.
Teknologi ini menggunakan sistem 3D electro-anatomical mapping yang memungkinkan dokter memetakan jalur listrik jantung secara real-time tanpa ketergantungan pada paparan sinar X-Ray. Dengan pendekatan yang lebih modern, pasien maupun tenaga medis dapat meminimalkan risiko paparan radiasi selama prosedur berlangsung.
Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course” yang menghadirkan tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Kelapa Gading, sekaligus berkolaborasi dengan pakar internasional dari Taiwan. Sebuah kolaborasi yang menjadi bagian dari upaya pengembangan layanan jantung berstandar global di Indonesia.

Lebih Aman, Nyaman, dan Rendah Komplikasi
Menurut Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia, gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrilasi (AF) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita AF diperkirakan mencapai 3–5 juta orang dan banyak di antaranya tidak menyadari kondisinya karena minim gejala.
“Keluhan jantung berdebar sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting,” jelasnya.
Selain lebih aman, teknologi ablasi terbaru ini juga menawarkan proses tindakan yang lebih nyaman dengan tingkat komplikasi yang sangat rendah. Kehadiran layanan advanced cardiac treatment seperti ini sekaligus membuka akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi medis modern tanpa perlu menjalani pengobatan ke luar negeri.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung modern yang komprehensif dan terintegrasi.
“Ke depan kami ingin masyarakat mendapatkan akses layanan jantung advanced yang lebih aman, presisi, dan berstandar internasional tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Primaya Hospital Kelapa Gading tidak hanya menghadirkan teknologi medis terkini, tetapi juga mendorong masyarakat urban untuk semakin sadar bahwa menjaga kesehatan jantung adalah bagian penting dari kualitas hidup modern.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Primaya Hospital
