
Merayakan semangat Kartini dan inklusivitas melalui trunk show yang memadukan fashion, makna, dan kepedulian - read more
Di sebuah ruang yang elegan di jantung Jakarta, kain-kain batik tidak sekadar dikenakan—mereka bercerita.
Bukan hanya tentang motif atau teknik, tetapi tentang perempuan. Tentang keteguhan, kelembutan, dan keberanian yang diwariskan lintas generasi. Tentang mereka yang melanjutkan semangat yang diperjuangkan R. A. Kartini—dengan cara yang mungkin berbeda, namun dengan makna yang sama.
Memperingati Hari Kartini dan Autism Awareness Month, Alleira Batik menghadirkan trunk show yang terasa seperti perayaan nilai, ketimbang presentasi koleksi. Bertempat di 1945 Restaurant, Fairmont Jakarta, acara ini menyatukan fashion, percakapan, dan kepedulian sosial dalam satu pengalaman intim dan bermakna.

Perempuan, Perspektif, dan Peran
Acara diawali dengan sesi talkshow yang menghadirkan Fatma Saifullah Yusuf dan Prita Kemal Gani.
Isu inklusivitas dan pemberdayaan perempuan tidak dibahas sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai realitas yang terus berkembang—tentang bagaimana perempuan hari ini menavigasi berbagai peran, sekaligus mendorong perubahan dalam masyarakat.
Selanjutnya, di tengah atmosfer yang hangat dan refined, para model melangkah bukan sebagai figur sempurna, melainkan sebagai representasi dari keberagaman. Siswa dari London School Beyond Academy, bersama komunitas sosial dan para perempuan dari berbagai latar belakang, mengambil bagian dalam peragaan busana yang menghadirkan pesan yang lebih dalam: inklusivitas bukan sekadar wacana, tetapi praktik.

Kolaborasi dengan Yayasan Cinta Harapan Indonesia (YCHI) serta Lions Tulip Jakarta Selatan semakin memperkuat narasi tersebut. Bahwa fashion dapat menjadi medium untuk membuka ruang, merangkul, dan memberi.
General Manager Fairmont Jakarta, Carlos Monterde, pun menyambut baik kolaborasi yang mengedepankan nilai inklusivitas dan pemberdayaan sosial ini.
Dalam acara yang berbalut charity ini, donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada keluarga individu dengan kebutuhan khusus. Menjadikan setiap langkah di atas runway memiliki dampak yang nyata.
Koleksi sebagai Refleksi
Di balik setiap potongan kain dalam koleksi terbaru Alleira Batik, tersimpan narasi tentang perempuan masa kini—yang anggun namun tegas, lembut namun kuat.

Terinspirasi dari semangat Kartini, koleksi ini tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang hari ini. Tentang para ibu yang dengan kesabaran tanpa batas mendampingi anak-anak dengan autisme. Tentang keluarga yang menemukan kekuatan dalam empati. Tentang perempuan yang, dalam diam, terus bertahan dan bertumbuh.
Diiringi lagu “Ain’t No Mountain High Enough”, peragaan ini terasa seperti sebuah perjalanan—tentang tantangan yang dihadapi dengan cinta, dan harapan yang tetap dijaga.
Material premium yang digunakan menghadirkan kenyamanan sekaligus kepercayaan diri, menciptakan harmoni antara warisan tradisi dan gaya hidup modern.
Apa yang ditampilkan hari itu melampaui estetika.
Ia adalah pengingat bahwa keindahan tidak hanya hadir dalam bentuk visual, tetapi juga dalam nilai—dalam kepedulian, dalam keberanian untuk merangkul perbedaan, dan dalam upaya untuk terus membuka ruang bagi mereka yang sering kali tidak terlihat.
Inisiatif ini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan hari ini tidak lagi hanya tentang suara, tetapi juga tentang siapa yang diajak untuk ikut bersuara.
Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari kemajuan: ketika semua orang memiliki tempat.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Alleira Batik



