
Memahami dan mengapresiasi perempuan, kunci sukses Gaby membangun bisnis kecantikan - read more
Life Time Warranty
Di tengah maraknya bisnis online, istri dari Gavin Chong ini justru memilih strategi penjualan offline. Menurutnya, produk hair styling harus dicoba agar konsumen benar-benar yakin dengan kualitas produknya. Dan hasilnya? “Beyond my expectation. Sekarang kami ada di 3 kota (Jakarta, Surabaya, Medan) dan punya 5 toko karena memang fokusnya pada penjualan offline.”
“You have to try untuk tahu kalau produknya beda dengan yang lain. Kalau kita lihat kan di Tiktok Shop gampang ya, tinggal klik, tapi aku memang nggak mau hard selling. Aku ingin customer mencoba dulu langsung di rambut mereka, ngobrol dulu tentang fiturnya,” tuturnya.
Mengaku sebagai orang yang “kurang marketing”, strategi Gaby terbukti berhasil. Banyak konsumen yang meski tidak langsung membeli saat itu, tetapi hatinya sudah terpaut pada Bellayu. “Kalau pun dia enggak beli hari ini, biasanya di akhir bulan, setelah gajian, akhirnya beli.”
Selain berbagai fitur menarik di atas, kelebihan produk Bellayu terletak pada lifetime warranty. Sebuah fitur yang bisa saja dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.
Namun, ibu dari Gareth Sebastian Chong ini berkata, ”Aku sudah satu dekade di industri ini. Untuk pengembalian barang, tentu ada syarat dan ketentuannya. Selain itu, kita paham mana yang rusak dari pabrik, mana yang istilahnya,’itu dibanting berapa kali?’ Dan so far, return rate-nya kecil sekali. Itu makanya kami berani kasih lifetime warranty.”

Support System
Salah satu kata kunci untuk keberhasilan seseorang adalah support system. Itu pula yang dirasakan oleh Gabriela Chong. Memiliki toko di Jakarta, Surabaya dan Medan, Gaby terpaksa harus sering meninggalkan keluarga yang menetap di Singapura. “Setiap 1-2 minggu aku harus ke Indonesia untuk menengok toko-toko Bellayu,” ujarnya.
Gaby merasa sangat bersyukur karena baik suami maupun kedua anaknya sangat memahami dan mendukungnya. “Aku rasa it’s a good example. Mama papa kerja, you have your own thing. Tentu saja berbeda untuk masing-masing keluarga. But, it’s ok for us. Anak-anak paham,” paparnya.
Support system ini juga berlaku untuk anak keduanya, Gareth, yang menyandang autis. Demi memberikan yang terbaik untuk sang putra, Gaby dan suami memutuskan untuk menetap di Singapura. Mereka melihat, untuk saat ini, Negeri Singa ini merupakan tempat yang baik untuk mendukung tumbuh kembang Gareth.
Pasangan orangtua yang supportive ini tidak hanya menyewa professional untuk membimbing dan mendampingi sang putra, keduanya bahkan mendirikan EMUNA International School of Singapore, sekolah khusus untuk anak penyandang autis.
Dengan dukungan penuh ini, langkah Gaby untuk mengembangkan Bellayu pun terasa lebih ringan. Ia bahkan berharap bisa membuka toko baru dalam waktu yang tidak terlalu lama.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Gabriella Chong dan Bellayu
