
Sebuah bentuk dukungan bagi keluarga pasien anak yang menjalani pengobatan jangka panjang - read more
Ada satu fakta yang cukup mengejutkan, yaitu 1 dari 100 bayi yang lahir di dunia, menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Khususnya di Indonesia, kebanyakan dari bayi tersebut lahir di keluarga yang kurang mampu. Hal ini dikatakan oleh dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan.
Mengingat pasien yang kurang mampu dan biasanya tinggal di daerah yang jauh dari rumah sakit yang mumpuni, akibatnya keluarga pasien harus mengeluarkan dana yang lebih banyak, bukan hanya untuk pengobatan, tetapi juga untuk transportasi dan akomodasi.
Hal ini mendorong Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) menghadirkan rumah singgah keempat, berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Dengan kapasitas 66 kamar, Rumah Singgah Kemanggisan menjadi rumah singgah terbesar yang dikelola Yayasan RMHC. Kehadirannya merupakan bentuk upaya mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis. Khususnya yang didiagnosis Penyakit Jantung Bawaan (PJB), yang tengah menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC, mengungkapkan upaya RMHC menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses penyembuhan. “Sejak 2011, Yayasan RMHC secara konsisten menghadirkan dukungan yang holistik melalui penyediaan rumah singgah, pendampingan, serta lingkungan yang aman dan suportif bagi keluarga pasien. Seluruh rumah singgah kami rancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang.”
Kehadiran Rumah Singgah Kemanggisan terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra. Berupa mitra strategis, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas/instansi serta volunteer dari seluruh Indonesia. Yayasan RMHC menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dari upaya membantu keluarga pasien anak melalui berbagai kegiatan. Seperti Lari untuk RMHC, Padel for Hope, Bear4Love, McHappy Socks Fundraiser, Hyrox for Hope hingga Cinta dalam Sepotong Bata.

Dukungan Emosional Membantu Pengobatan
Pengalaman mendampingi ribuan keluarga pasien anak di Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar, menunjukkan kebutuhan akan fasilitas yang lebih luas, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga. Karena itu, sejak tahun 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk merancang pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan.
dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), mengatakan bahwa PJB memerlukan penanganan jangka panjang dan berkelanjutan. Diperkirakan sekitar 45.000 bayi lahir setiap tahun dengan PJB, dan 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa. “Anak yang mendapatkan dukungan emosional dari keluarga cenderung lebih tenang dan kooperatif selama proses pengobatan. Namun, banyak keluarga dari luar daerah masih menghadapi tantangan besar terkait tempat tinggal dan biaya hidup. Ini mengapa peran fasilitas rumah singgah dari Yayasan RMHC menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi.”
Rumah Singgah Kemanggisan merupakan bangunan empat lantai dengan fasilitas, kamar tidur, dapur bersama dan area makan, ruang bermain anak, ruang keluarga, ruang belajar, area ibadah, serta layanan dukungan psikososial.

“Yayasan RMHC berkomitmen untuk terus memperkuat standar layanan, sistem rujukan, serta kapasitas tim pendamping agar rumah singgah ini dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga. Kami juga akan terus mengembangkan program pendukung agar semakin banyak anak dan keluarga dapat merasakan manfaat fasilitas dan layanan yang kami hadirkan,” lanjut Caroline.
Martina, Orang Tua Pasien dari Lampung, bercerita mengenai anaknya yang didiagnosis scoliosis dan harus menjalani pengobatan intensif di RSUP Fatmawati. Sempat bingung mencari tempat tinggal, ia bersyukur akhirnya bisa menempati Rumah Singgah Lebak Bulus. “Kami sangat bersyukur dan merasa lebih tenang karena bisa selalu dekat dan menjaga anak kami. Kamar khusus untuk setiap keluarga juga membuat privasi kami terjaga, sementara kebersamaan kami membuat anak tidak merasa berada di tempat asing.”
Yayasan RMHC mengajak masyarakat menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan penuh harapan di Rumah Singgah Kemanggisan melalui kampanye Make it Home. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan rumah singgah bagi keluarga pasien.
Partisipasi dapat dilakukan melalui berbagai pilihan paket melalui tautan s.id/makeithome atau situs resmi Yayasan RMHC di www.rmhc.or.id. Bersama, kita dapat memastikan anak di Indonesia tidak perlu menjalani perjalanan penyembuhan sendirian, karena No Child Heals Alone.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Yayasan RMHC
