
Wayang Orang Bharata dan peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang menjaga napas tradisi - read more
Galeri Indonesia Kaya menghadirkan lakon Pandawa Nawasena. Sebuah kolaborasi antara para penampil profesional Wayang Orang Bharata dengan para peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang. Wayang orang sendiri merupakan kesenian tradisi yang begitu sulit berjuang untuk bertahan. Di era digital ini, tak banyak atau bahkan hampir tak ada generasi muda yang mengenal wayang orang. Karenanya, pertunjukan lintas generasi menghadirkan semangat baru agar kesenian wayang orang dapat hidup kembali.
Selama kurang lebih 60 menit, penonton diajak mengikuti kisah perjalanan lima Pandawa yang menjalani pengasingan setelah kalah bermain dadu melawan Kurawa. Namun, ketika Amarta terancam oleh serangan Prabu Kolopati, Sengkuni harus merendahkan dirinya dan meminta Pandawa kembali untuk menyelamatkan kerajaan. Bagaimana sikap Pandawa dalam menghadapi permintaan itu menjadi inti cerita yang menggugah sekaligus relevan dengan nilai moral tentang harga diri, pengampunan, dan keberanian.
Dalam pementasan ini, Wayang Orang Bharata harus membentuk dan mengarahkan peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang. Ruang Kreatif diselenggarakan selama lima hari sebagai pengenalan kembali kesenian wayang orang pada publik. Para peserta merasakan pengalaman menjadi pemain wayang orang untuk pertama kalinya, mulai dari latihan bersama sampai naik panggung.

“Melalui pementasan Pandawa Nawasena, Galeri Indonesia Kaya ingin mengajak penonton merasakan bagaimana tradisi bisa bertemu dengan napas baru dari generasi penerus. Kolaborasi antara maestro Wayang Orang Bharata dengan generasi muda dari Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang menjadi bukti bahwa tradisi bisa terus hidup dengan sentuhan yang lebih segar dan tetap relevan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Menjaga Napas Tradisi
Selain rutin berpentas di Gedung Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta, paguyuban ini juga telah membawa seni wayang orang ke panggung internasional di Mesir, Belanda, Italia, Australia, Prancis, hingga Jerman, sekaligus mencatat rekor MURI sebagai penyelenggara wayang orang daring pertama di Indonesia.
Teguh Kenthus Ampiranto, salah satu maestro sekaligus pimpinan Wayang Orang Bharata yang terlibat dalam pementasan ini melihat proses kreatif Pandawa Nawasena sebagai pengalaman segar, terutama dengan hadirnya generasi muda.

Menurut Teguh, keterlibatan anak-anak dan remaja memberi energi baru bagi para penampil senior dan menghadirkan ruang pembelajaran yang kaya. Melalui latihan intensif, mereka tidak sekadar mendalami teknik panggung, tetapi juga menyerap nilai-nilai luhur dalam tradisi pewayangan. Pengalaman langsung di atas panggung ini menjadi cara nyata untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus rasa memiliki terhadap seni tradisi wayang orang.
“Sebagai kelompok yang telah lebih dari setengah abad mendedikasikan diri pada pelestarian seni ini, kami melihat Galeri Indonesia Kaya sebagai medium penting untuk mengingatkan generasi sekarang bahwa wayang orang bukan sekadar hiburan, tetapi juga warisan budaya yang penuh nilai kehidupan. Melalui kolaborasi dengan peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang, kami berharap semangat baru ini bisa terus menjaga napas tradisi agar tidak padam,” ujar Teguh Kenthus Ampiranto.
Pementasan Pandawa Nawasena menjadi satu dari banyak upaya Galeri Indonesia Kaya dalam menghadirkan dan memperkenalkan kembali seni-seni tradisional Indonesia.
By: Kazuri Team
Photo: Courtesy of Galeri Indonesia Kaya
