“SORE: Istri Dari Masa Depan” Cinta yang Tak Mengenal Waktu

Sore: Istri Dari Masa Depan
Share to:
"Kalau aku harus ngulang ribuan kali pun, aku akan tetap memilih kamu.” - read more

Ketika diucapkan oleh pasangan yang sedang jatuh cinta, kalimat ini mungkin terdengar klise. Tapi berbeda ketika kalimat itu keluar dari mulut Sore, karakter dalam film “Sore: Istri Dari Masa Depan”. Ia telah membuktikan kesungguhannya dengan berulang kali kembali ke masa lalu, untuk memperbaiki gaya hidup suaminya.

Kehadiran platform streaming video seperti Netflix dan lainnya, memang membuat kita tak lagi harus pergi ke bioskop untuk menonton film. Namun, beberapa film tetap harus ditonton di bioskop. Karena perasaan dan pengalaman yang kamu dapatkan, tidak bisa tergantikan dengan menontonnya di rumah. Dan, salah satu dari film tersebut adalah “Sore: Istri Dari Masa Depan”.

Adegan yang Berulang

Diadaptasi dari web series fenomenal (2017) berjudul sama, sebagian mengira, film garapan Yandi Laurens ini berupa kepanjangan cerita web seriesnya. Namun, ketika akhirnya tayang, hampir semua penonton speechless, usai pemutaran menonton film.

Berkisah tentang perempuan bernama Sore (Sheila Dara) yang melakukan time travel–kembali ke masa lalu untuk mengubah gaya hidup suaminya, Jonathan (Dion Wiyoko), menjadi lebih baik dan berumur panjang. Cerita yang sekilas nampak sederhana.

Di awal bahkan ekspresi Sore seperti dibuat-buat, ketika Jonathan, fotografer asal Indonesia yang tinggal di Grožnjan-Kroasia, terbangun dan terkejut melihat perempuan asing di ranjangnya, dan mengaku sebagai istrinya yang datang dari masa depan.

Sore berusaha mengubah pola makan Jonathan menjadi lebih sehat, bahkan membuang rokok dan minuman keras pria itu. Hingga suatu malam ia memergoki Jonathan merokok secara sembunyi-sembunyi, ia marah lalu berkata,”Kita ulang lagi dari awal yah.” Kemudian hidungnya berdarah dan ia terjatuh.

See also  Rayakan 35 Tahun, McDonald’s Tegaskan Komitmen “Sepenuhnya Indonesia”

Detik berikutnya, adegan berulang. Sore kembali terbangun di samping Jonathan. Saat itulah penonton yang semula duduk santai, langsung menegakkan duduknya dan serius menatap layar. Detik itulah kita paham, ini adalah adegan yang sama yang harus dilalui Sore untuk ke sekian kalinya.

Manusia Bisa Berubah Asal…

Adegan tersebut terus berulang. Membuat kita sebagai penonton ikut merasakan betapa lelahnya Sore. Ia harus mengulang dan terus mengulang, mencari apa yang salah dari semua yang ia upayakan. Hingga sampai di satu titik, ia menyerah. Ia berusaha mencari pekerjaan, dan bertemu Marco, desainer dan pemilik butik di Zagreb, kota yang berbeda dengan tempat Jonathan tinggal.

Pages: 1 2