“SORE: Istri Dari Masa Depan” Cinta yang Tak Mengenal Waktu

"Kalau aku harus ngulang ribuan kali pun, aku akan tetap memilih kamu.” - read more

Kehidupan Sore sempat tenang beberapa waktu. Hingga suatu hari, Jonathan dan tunangannya, Elsa, datang ke butik untuk memesan busana pengantin. Raut tidak bahagia tergambar di wajah Jonathan. Pasangan tersebut terlibat adu mulut, dan akhirnya putus.

Saat itu Sore teringat ucapan Marco,”Ada tiga hal yang tidak bisa kita ubah: masa lalu, rasa sakit, dan kematian. Diucapkan saat pria tersebut menyadari kedatangan Sore ke Zagreb hanya berbekal pakaian dan sepatu yang dikenakannya. Ia mengira Sore ditinggalkan oleh kekasihnya.

Perempuan itu pun menghampiri Marco dan bertanya, “Marco, kau percaya manusia akan berubah?”

“Tentu saja, hanya saja mereka dapat berubah jika dari dalam,” jawab Marco.

Sore kemudian memeluk Marco dan pamit. Pria bijak itu pun paham, Jonathan lah kekasih Sore.

Terjebak dalam Time Loop

Melanjutkan misi dengan cara pandang berbeda, Sore berusaha memahami Jonathan. Ia menikmati menit demi menit yang dilalui bersama sang suami, meski harus mencurangi waktu.

Ia juga berusaha meredam amarah Jonathan terhadap ayahnya. Namun, semakin lama, waktu semakin tidak berpihak kepadanya. Perubahan siang dan malam datang jauh lebih cepat.

“Jangan biarkan aku ditelan waktu ya…” Begitu pesan Sore kepada Jonathan, ketika merasa waktu semakin menghimpitnya. Berputar semakin dan semakin cepat, seperti tidak mengijinkan ia mengubah keadaan.

Sore, perempuan yang melakukan time travel, demi bisa hidup lebih lama bersama sang suami, terjebak dalam time loop yang berulang dan terus-menerus. Akhirnya ia pasrah ketika ‘waktu’ yang marah karena telah dipermainkan olehnya, menghukumnya.

Ketika layar ditutup, seperti penonton lain, penulis keluar dengan perasaan tak menentu. Yandi Laurens, Sheila Dara, Dion Wiyoko dan semua tim telah menghadirkan pengalaman menonton  luar biasa, yang harus diakui, baru kali ini ada di Indonesia. Sinematografi yang memanjakan mata, alur yang kaya makna, ketegangan yang berulang, musik dan segala hal magical didalamnya,  membuat film ini tak cukup untuk ditonton hanya satu kali saja.

See also  Cine-Concert Samsara, Pengalaman Sinematik Unik dan Magis Persembahan Garin Nugroho

Setelah film sebelumnya, “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” meraih 7 Piala Citra, kini “Sore: Istri Dari Masa Depan” berhasil membius penonton. Tak heran ada ungkapan “In Yandi Laurens we trust.”

By: Kazuri Team | Photo: Courtesy of Cerita Films

Pages: 1 2