
Sosok perempuan penuh tekad yang ingin memberi dampak pada lingkungan dan sesama perempuan - read more
Meski lahir dalam keluarga yang berkecukupan, bungsu dari dua bersaudara ini tidak didik manja. Bahkan ada pengalaman menarik saat ia berusia 11 tahun. “Orang tua melepas saya untuk pulang ke Pomalaa (Sulawesi Tenggara) sendirian, bahkan harus transit di Surabaya kemudian menginap di mess karyawan di Makassar karena tidak ada penerbangan langsung,” ujar lulusan Administrasi Bisnis Universitas Indonesia (UI) dan Magister Administrasi Bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Dibesarkan dalam keluarga pengusaha, Sukma mendapat kemudahan untuk mengembangkan usaha. Namun, kegigihannya lah yang membuat Makaffah mampu bertahan hingga 10 tahun.
Ketika Covid menyerang, bisnisnya terpaksa gulung tikar. Akan tetapi, pengetahuan bahwa perusahaan yang baik harus memiliki dana tunai cadangan untuk membiayai hal tidak terduga, menyelematkannya.
“Seolah semua memang sudah diatur. Saya baru saja memperbaharui sewa di gerai Cimahi untuk tiga tahun kedepan pada awal 2020 sehingga dapat melalui badai covid,” ujar perempuan dengan segudang prestasi ini. Yaitu Juara 3 Olimpiade Fisika Tingkat SMP Se-Kabupaten 2004, Juara 2 Lomba Pidato Tingkat SMP Se-Kabupaten 2004, Krida Art Group (KAG) V Europe Folklore Festival 2006, Juara 1 Lomba Debat Tingkat SMA Se-Kota Bandung 2007, dan Juara Harapan Duta Lip Ice Tingkat Nasional 2009.

Pemberdayaan Perempuan
Meski memiliki kemudahan akan tetapi Sukma juga terbiasa dengan kegagalan. “Ketika saya sedang mengembangkan lini fashion, tidak ada satupun yang beli sehingga terpaksa saya harus membagikannya ke keluarga dan teman. Dengan tekad dan kegigihan, akhirnya pada Lebaran 2023, saya bisa merasakan omzet tembus double digit,” ungkap perempun berdarah Bugis-Sunda ini.
Bayangkan, andai saat itu Sukmawati menyerah, tentu kita tidak dapat menyaksikan kemeriahan dari Trunk Show Amorette by Makaffah Daily.
Satu hal lagi yang patut digarisbawahi adalah kepeduliannya terhadap nasib perempuan. “Ketika kuliah S1 dulu saya aktif tergabung di BEM UI. Waktu itu sedang hangat mengenai hukuman mati TKW di Arab Saudi. Saya lalu terpikir bagaimana caranya membantu para perempuan agar kasus ini tidak terulang lagi.”
Hal ini menggerakkannya untuk mendirikan bisnis yang dapat memberdayakan perempuan. Hal ini pula yang membuat koleksi cantik Amorette by Makaffah Daily dijahit oleh tangan-tangan terampil penjahit lokal. “Melalui pemberdayaan ini, kami berharap dapat membantu memajukan perekonomian dan meningkatkan ketrampilan mereka,” tutup Sukma.
By: Kazuri Team | Photo: Courtesy of Benkbenk for Makaffah Daily
