The Resonanz Children’s Choir Pukau Pengunjung World Expo 2025 Osaka dengan Tradisi

Paduan suara anak Indonesia bawakan lagu tradisional dengan aransemen modern di World Expo 2025 Osaka - read more
Panggung Strategis

Expo Osaka 2025 digelar 13 April – 13 Oktober 2025, melibatkan 150 negara dan 25 organisasi internasional dengan total perkiraan pengunjung mencapai 28 juta orang. Ajang berskala besar ini menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk memposisikan diri sebagai pemilik warisan budaya yang kaya, dan kontributor aktif bagi masa depan global.

Pavilion Director, Dody S Kusumonegoro mengungkapkan, “The Resonanz Children’s Choir tampil dengan energi luar biasa dan musikalitas tinggi pada Expo 2025. Lagu-lagu daerah yang dibawakan memperkaya pengalaman para penonton terhadap budaya Indonesia, sementara kehadiran komposisi Jepang “Renai Circulation” yang ‘kawaii’ menjadi simbol indah persahabatan dua negara.”

Menurut Doddy, momen ini memperkuat komitmen untuk terus menghadirkan yang terbaik dari Indonesia di panggung Expo 2025.”

Sehari sebelum tampil di Expo Osaka, TRCC mengadakan kerjasama pertunjukkan dengan paduan suara lokal di Jepang yaitu Kishiwada-city Boys and Girls Choir. Selama 60 menit, TRCC membawakan beragam lagu, baik yang bersifat “choral art” seperti Der Frühlingswind karya komponis Jepang, Toyotaka Tsuchida, Laudi alla Vergine Maria karya komponis Italia, Guiseppe Verdi, hingga lagu Popular Song, tema utama dari lagu musikal Wicked karya Stephen Schwartz berjudul Popular.

Kolaborasi TRCC dengan Kishiwada Boys and Girls Choir membawakan lagu Indonesia O Ina ni Keke dan lagu Jepang Azure juga wujud nyata dari semangat connecting lives dan global harmony.

Konsul Jenderal RI untuk Osaka, John Tjahjanto Boestami menyakini, kehadiran TRCC kian memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Jepang. ”Melalui pesan harmoni dan kolaborasi lintas budaya, TRCC menjadi duta budaya anak-anak Indonesia yang membawa semangat persahabatan dan saling menghargai.”

See also  ‘Pandawa Nawasena’ Kolaborasi Maestro dan Generasi Muda dalam Wayang

“Seperti ungkapan bijak di Jepang “音楽は心の架け橋” (ongaku wa kokoro no kakehashi), yang berarti “musik adalah jembatan hati.” TRCC membuktikan bahwa musik dapat menjadi sarana membangun kedekatan emosional dan saling pengertian di tengah keberagaman,” lanjutnya.

TRCC Bersiap Jadi Panutan Paduan Suara Internasional di Hong Kong

Selanjutnya, The Resonanz Children’s Choir akan menuju Hong Kong guna memenuhi undangan sebagai salah satu dari empat Resident Choral Artist pada acara World Choir Festival 2025. Acara ini diselenggarakan oleh World Youth and Children’s Choral Artist Association (WYCCAA), organisasi yang berorientasi memperbanyak acara paduan suara berkualitas tinggi di Asia.

Mereka menyelenggarakan beragam kompetisi paduan suara, workshop, masterclass dan acara berskala besar lain sepanjang 20 tahun terakhir. Pada setiap acara mereka menghadirkan tokoh maupun kelompok paduan suara kelas dunia. Choral artists seperti the King’s Singers, Salt Lake Vocal Artist, Stellenbosh University Choir, dan lainnya. Saat ini mereka bekerjasama dengan asosiasi penyelenggara European Grand Prix for Choral Singing (EGP), dan akan mengundang para pemenang EGP.

Pada tahun 2013, TRCC menjadi peserta kompetisi mereka, Hong Kong International Youth & Children’s Choir Festival, dan memborong enam penghargaan, termasuk juara umum dengan title Choir of the World. Kini TRCC kembali ke Hong Kong, sebagai bintang tamu festival, untuk  menginspirasi seluruh peserta. TRCC juga akan memberikan interactive workshop bagi para peserta festival dan beberapa penampilan kolaboratif dengan paduan suara lokal di Hong Kong, maupun dengan sesama resident artist.

By: Kazuri Team | Photo: Courtesy of Indonesia Kaya

Pages: 1 2