UNIQLO menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman dan kesetaraan, termasuk bagi perempuan untuk berkembang. - read more
Bulan Maret diperingati sebagai International Women’s Day. Untuk itu, UNIQLO Indonesia bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menggelar rangkaian talkshow inspiratif bertema “Building Empowering Environments: Cultivating The Future Women Leaders”.
Mengangkat tema global tahun ini yaitu For All Women and Girls: Rights. Equality. Empowerment, UNIQLO menghadirkan para pembicara dari berbagai sektor industri untuk berbagi wawasan, diantaranya Irma Yunita, Corporate Affairs Director UNIQLO Indonesia, Kuswahyu Adhi, AVP Finance Control of Amartha Mikro Fintek, serta Wahyu Radita, Head of Corporate Communications, Sustainability, DEI Culture and Engagement, Godrej Consumer Products Limited Indonesia.
Irma Yunita, Director of Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO) menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman dan kesetaraan, termasuk bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran kepemimpinan.
“Di UNIQLO, kami percaya bahwa keberagaman mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih terbuka dan inklusif. Kolaborasi bersama dengan IBCWE ini tentunya juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kami yang juga sejalan dengan kebijakan UNIQLO global dan Fast Retailing Group Human Rights Policy, untuk terus mendorong praktik kerja yang lebih inklusif,” tambah Irma.
Komitmen UNIQLO tercermin dalam berbagai kebijakan seperti flexible working arrangement (work from home dan staggered hours), mengevaluasi kinerja karyawan melalui merit-based performance, global talent transfer, kebijakan maternity dan paternity leave sesuai regulasi pemerintah hingga pembentukan Komite Diversity and Inclusion (D&I).
Komite yang beranggotakan berbagai lintas divisi ini menghasilkan sebuah inisiatif seperti pemberian Childcare Allowance untuk karyawan yang memiliki anak usia di bawah 5 tahun selama masa peak season, seperti menjelang Hari Raya Idulfitri.

Perlu Keterlibatan Semua
Di sisi lain, UNIQLO juga menyadari bahwa menciptakan kesetaraan di tempat kerja tidak bisa sebatas kebijakan, mengingat masih banyak tantangan seperti unconscious bias dan glass ceiling, yang membayangi perempuan dalam dunia kerja. Untuk itu, diperlukan keterlibatan aktif dari laki-laki.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan International Women’s Day,UNIQLO menggelar sesi mentoring internal bagi karyawan perempuan, yang terbagi ke dalam tiga topik yaitu: The Art of Managing Expectation, Work-Life Balance, dan The Power of Growth, yang dimentori langsung oleh para leader perempuan managerial level internal di UNIQLO.
Dalam diskusi kelompok kecil ini, para peserta berkesempatan untuk bertukar pengalaman langsung, mengembangkan kepercayaan diri, serta memperluas pemahaman terhadap tantangan dan peluang dalam perjalanan karir mereka.
UNIQLO memahami bahwa mewujudkan tempat kerja yang inklusif membutuhkan pendekatan menyeluruh, tidak hanya soal representasi, tetapi juga tentang memastikan setiap suara didengar, akses setara diberikan, dan ruang aman dibangun.
UNIQLO juga mendorong perusahaan lain untuk mengambil langkah nyata. “Dimulai dari dukungan top management, kolaborasi lintas divisi, menggandeng partner seperti IBCWE, hingga mendengarkan suara karyawan sendiri, semua itu penting untuk menciptakan program yang relevan dan berkelanjutan,” jelas Irma.
Dengan dukungan seluruh tim dan kolaborasi lintas sektor, UNIQLO berharap perayaan International Women’s Day2025 ini tidak hanya sekedar simbol, tetapi menjadi pengingat dan dorongan kolektif dalam membangun masa depan kerja yang lebih inklusif yang dapat senantiasa memberdayakan perempuan untuk bisa menjadi pemimpin di masa depan.
By: Kazuri Team | Photo: Courtsy of UNIQLO




